4 Risiko Kesehatan Jika Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Dilarang

Duduk Ngangkang di Mata Dokter

4 Risiko Kesehatan Jika Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Dilarang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 08 Jan 2013 11:33 WIB
4 Risiko Kesehatan Jika Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Dilarang
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Duduk mengangkang dianggap sebagai posisi ideal saat membonceng sepeda motor. Selain tak aman, anjuran duduk menyamping seperti yang dikeluarkan Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan.

"Dari keamanan dan kesehatan, duduk ngangkang lebih sehat," kata Dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ahli bedah saraf dari RS Mayapada saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang harus dipertimbangkan apabila hendak membonceng dengan posisi duduk menyamping seperti dijelaskan Dr Roslan:



1. Mudah capek dan tidak nyaman

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Dr Roslan mengatakan, duduk menyamping membuat posisi tulang belakang tidak ideal. Dampaknya antara lain akan terasa saat melakukan perjalanan jauh, yakni jadi lebih cepat terasa lelah. Belum lagi jika sepanjang jalan banyak guncangan, maka kemampuan untuk meredam hentakan juga tidak maksimal sehingga tidak nyaman.

2. Memicu nyeri leher dan punggung

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Posisi tulang belakang yang melengkung dampat memicu rasa nyeri di bagian punggung saat membonceng sepeda motor. Selain itu, posisi kepala yang terpaksa harus menoleh ke arah depan juga berisiko membuat leher terasa nyeri jika terlalu lama berkendara.

3. Memperburuk kelainan tulang belakang

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Beberapa kondisi seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau lebih dikenal dengan istilah saraf kejepit bisa memburuk dan memicu rasa nyeri bila dipaksakan duduk menyamping. Begitu juga dengan kelainan rangka tubuh berupa tulang belakang yang melengkung atau skoliosis. Duduk menyamping juga bisa memperburuk kondisinya.

4. Trauma tulang belakang jika terjadi kecelakaan

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Salah satu risiko yang perlu dipertimbangkan saat membonceng dengan posisi duduk menyamping menurut Dr Roslan adalah trauma tulang belakang bila terjadi kecelakaan. Posisi yang tidak memungkinkan untuk leluasa melihat ke depan membuat reaksi pembonceng jadi kurang bagus ketika terjadi sesuatu misalnya kecelakaan.
Halaman 2 dari 5
Dr Roslan mengatakan, duduk menyamping membuat posisi tulang belakang tidak ideal. Dampaknya antara lain akan terasa saat melakukan perjalanan jauh, yakni jadi lebih cepat terasa lelah. Belum lagi jika sepanjang jalan banyak guncangan, maka kemampuan untuk meredam hentakan juga tidak maksimal sehingga tidak nyaman.

Posisi tulang belakang yang melengkung dampat memicu rasa nyeri di bagian punggung saat membonceng sepeda motor. Selain itu, posisi kepala yang terpaksa harus menoleh ke arah depan juga berisiko membuat leher terasa nyeri jika terlalu lama berkendara.

Beberapa kondisi seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau lebih dikenal dengan istilah saraf kejepit bisa memburuk dan memicu rasa nyeri bila dipaksakan duduk menyamping. Begitu juga dengan kelainan rangka tubuh berupa tulang belakang yang melengkung atau skoliosis. Duduk menyamping juga bisa memperburuk kondisinya.

Salah satu risiko yang perlu dipertimbangkan saat membonceng dengan posisi duduk menyamping menurut Dr Roslan adalah trauma tulang belakang bila terjadi kecelakaan. Posisi yang tidak memungkinkan untuk leluasa melihat ke depan membuat reaksi pembonceng jadi kurang bagus ketika terjadi sesuatu misalnya kecelakaan.

(up/)
Duduk Ngangkang di Mata Dokter
7 Konten
Kota Lhokseumawe baru-baru ini memberlakukan larangan untuk duduk ngangkang saat mengendarai motor. Namun, apakah peraturan tersebut baik untuk kesehatan masyarakatnya? Simak ulasan khas kali ini.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads