Larangan duduk ngangkang saat membonceng sepeda motor yang diberlakukan di Kota Lhokseumawe, Aceh menuai kontroversi. Ahli saraf mengatakan duduk ngangkang justru lebih sehat dan aman terutama bagi yang punya riwayat saraf kejepit.
"Bagi yang punya kelainan pada tulang belakang seperti HNP (Herniated Nucleus Pulposus atau lebih populer dengan istilah saraf kejepit), duduk menyamping tidak dianjurkan," kata Dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ahli saraf dari RS Mayapada saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).
Menurut Dr Roslan, duduk menyamping saat membonceng sepeda motor seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe berisiko memperburuk kondisi HNP. Nyeri yang dirasakan akan semakin mengganggu karena posisi ini tidak ideal bagi tulang punggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Duduk menyamping memang tidak lantas memicu skoliosis, tetapi bagi yang sudah punya kelainan ini maka sebaiknya duduk menghadap ke depan. Duduk menyamping itu pasti ada kecenderungan untuk condong, entah ke kanan atau ke kiri untuk jaga keseimbangan," lanjur Dr Roslan.
Beban yang ditanggung oleh tulang belakang memang lebih besar ketika seseorang duduk menyamping di atas sepeda motor. Selain terasa cepat pegal di punggung bagian bawah terutama pinggang, rasa nyeri juga bisa muncul di tulang belakang bagian atas misalnya leher.
"Saat duduk menyamping, kepala pasti berusaha untuk menoleh ke kanan (duduk menyamping biasanya dari sebelah kiri sehingga arah depannya adalah kanan). Sebab kalau tidak melihat ke depan, reaksi kalau terjadi sesuatu misalnya jatuh pasti kurang bagus," kata Dr Roslan.
(up/)











































