Premarital medical check up atau cek kesehatan pranikah merupakan salah satu tahap dalam persiapan pernikahan yang tidak boleh dilewati. Banyak konflik dalam pernikahan yang mungkin berujung pada perceraian diakibatkan oleh masalah kesehatan, kesuburan dan keturunan, yang tidak dipersiapkan sebelumnya.
"Setiap pasangan yang akan menikah butuh keterbukaan tentang kesehatan. Premarital check up bisa jadi pembuktian cinta pada pasangan, saling terbuka masalah status kesehatan masing-masing," ujar dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina, saat dihubungi detikHealth, Rabu (16/1/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mencegah penularan penyakit antar pasangan
2. Mendeteksi sifat pembawa kelainan bawaan pada kedua pasangan
3. Menentukan sejauh mana kebugaran masing-masing pasangan.
"Kita nggak pernah tahu penyakit dari pasangan. Misal HIV, hepatitis. Ini kejadian sama pasien saya, suaminya HIV karena dulunya pecandu narkoba. Ya nangis-nangis dia, tapi sudah terlanjur nikah 1 tahun," tambahnya.
Pada dasarnya, tes kesehatan bisa dilakukan kapan saja, tak harus menunggu sebelum menikah. Yang membuatnya berbeda, hasil tes kesehatan pranikah tidak hanya akan mempengaruhi diri sendiri, melainkan juga pasangan dan calon anak di kemudian hari.
Seperti dicontohkan dr Frizar, bila seorang perempuan thalassemia minor (membawa sifat thalassemia) dan laki-laki thalassemia minor menikah, maka keturunannya bisa menjadi thalassemia mayor yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup. Padahal, tidak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya membawa sifat thalassemia.
"Ya ada konsekuensinya, mau tidak menerima pasangan kalau ternyata ada penyakit? Siap apa belum? Ini bisa jadi pembuktian cinta, apa masih mau menerima atau tidak," tutup dr Frizar.
(mer/vit)











































