Kasus santet dan fenomena mistis lainnya masih akrab dijumpai di masyarakat. Walau sudah banyak ilmuwan yang berupaya mencari jawaban dari fenomena ini, banyak di antaranya yang menemui jalan buntu. Di sisi lain, ada banyak gangguan jiwa yang berkaitan dengan budaya.
"Kita tahu dalam masyarakat di Indonesia masih kental dengan unsur budaya yang tak bisa diubah. Ada beberapa kondisi-kondisi psikiatri dan fenomena yang erat berkaitan dengan budaya sehingga sulit dijelaskan," terang dr Andri SpKJ, psikiater dari RS Omni Alam Sutra Jakarta ketika dihubungi detikHealth, Kamis (28/3/2013).
Dr Andri mencontohkan, salah satu fenomena atau gangguan psikiatri tersebut adalah apa yang disebut Amok. Amok merupakan gejala hilangnya kesadaran karena gejala psikotik yang amat berkaitan dengan budaya. Beberapa orang menyebut Amok sebagai kondisi serupa depresi yang menyebabkan ingin melukai atau bahkan membunuh orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga yang disebut latah. Kenapa orang bisa tiba-tiba ngomong kotor tanpa bisa dikontrol? Fenomena ini hanya ada di Indonesia, tidak dijumpai di negara lain. Ini yang kita sebut gangguan psikiatri yang amat terkait dengan budaya," terang dr Andri.
Walau begitu, bukan berarti semua fenomena mistis lantas dianggap sebagai ulah makhluk halus. Misalnya fenomena kesurupan yang terjadi di masyarakat. Menurut dr Andri, kasus kesurupan yang banyak terjadi di Indonesia adalah reaksi histeris atau hysterical reaction dan sifatnya akut.
Lalu kenapa bisa terjadi secara massal? Karena penyakit ini bersifat 'menular'. Maksudnya, orang yang kondisinya sama-sama sedang tidak baik akan ikut mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, dr Andri menyarankan agar orang yang mengalami kesurupan sebaiknya segera dipisahkan, bukan ditonton bareng-bareng.
"Kita melihat, kebanyakan kasus kesurupan yang terjadi ini memiliki pola serupa, yaitu terjadi pada perempuan muda dalam kondisi yang tak nyaman. Misalnya di sekolah atau pabrik, saat ospek atau sedang mengalami tekanan," jelasnya.
Manusia memiliki kondisi tak sadar yang disebut kondisi 'trans'. Pada kondisi ini, orang bisa mengalami perubahan perilaku, kepribadian dan perasaan, namun bukan berarti kesurupan setan. Di Indonesia, dr Andri melihat kebanyakan fenomena kesurupan yang terjadi adalah hysterical reaction, bukan kemasukan setan atau possesion syndrome.
(pah/)










































