Rabu, 01 Mei 2013 14:05 WIB

Ada Apa dengan Asma?

Asma Kalau Dibiarkan Bisa Berujung Kematian

Erninta Afryani Sinulingga - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Topik Hangat Ada Apa dengan Asma?
Jakarta -

Jangan pernah membiarkan penyakit apapun terlalu lama untuk ditangani jika sudah muncul gejalanya. Sebab, jika tidak segera mendapatkan tindakan yang tepat dapat menyebabkan hal-hal fatal seperti kematian.

Salah satu penyakit yang tidak boleh terlambat penanganannya adalah asma. Asma merupakan penyakit inflamasi (radang) kronik saluran nafas yang sensitif terhadap berbagai rangsangan yang menimbulkan penyempitan saluran nafas yang bisa membaik secara spontan atau dengan pengobatan

Menurut perbincangan detikhealth bersama Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD yang ditulis pada Rabu (1/5/2013) ia mengatakan pada penyakit asma tidak dapat diketahui seberapa lama pasien dapat bertahan terhadap gejala.

"Tidak ada yang tahu durasi asma. Tergantung pada berat ringannya, yang jelas begitu penyakit ini kambuh harus segera ditangani karena tidak akan tahu apakah yang terjadi serangan ringan atau berat, biasanya sekitar 10 menit," ujar Prof Faisal yang juga dokter spesialis paru di RS MH Thamrin.

Seringnya serangan asma terjadi di malam hari menyebabkan penderitanya tidak mendapatkan pertolongan. Prof Faisal mengatakan masa bertahan pada penderitanya bersifat individual. "Umur sangat menentukan. Semakin muda akan semakin lama bisa bertahan," tambahnya.

Prof Faisal mengatakan saat ini angka kematian akibat serangan penyakit asma masih belum memiliki data yang pasti. "Angka kematian tidak ada data pastinya, hanya saja sampai sekarang asma adalah penyakit yang menyebabkan kematian nomer 6 di Indonesia," tutupnya.

Asma terbagi menjadi 4 bagian berdasarkan berat ringannya yaitu intermitten, persisten ringan, persisten sedang, persisten berat. Pada penderita asma persisten sedang dan berat gejala akan sering kambuh setiap malam serta arus puncak ekspirasi (APE) dan volume ekspirasi paksa (VEP) pada paru-paru kurang dari 80 persen.

Nah, bagi Anda penderita asma sebaiknya tetap berwaspada terhadap serangan mendadak. Sediakan obat-obatan dan inhealer jika diperlukan untuk meringankan gejala asma juga segera temui dokter Anda untuk penanganan lebih lanjut.

(up/up)
Topik Hangat Ada Apa dengan Asma?