Rabu, 08 Mei 2013 10:34 WIB

Perawatan Bayi Baru Lahir

Begini Caranya Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Merry Wahyuningsih, Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Pada bayi baru lahir, tali pusar biasanya akan dipotong dan dibalut dengan kain kasa, hingga kemudian lepas dengan sendirinya. Agar tak infeksi, tali pusar bayi perlu dirawat dengan benar. Begini caranya.

Tali pusar merupakan jaringan yang menghubungkan plasenta ibu dengan janinnya. Ketika bayi lahir, tali pusar biasanya akan dibalut dengan kain kasa oleh dokter atau bidan yang menolong kelahirannya. Tali pusar kemudian akan lepas dengan sendirinya setelah bayi berusia beberapa hari, tergantung kondisi masing-masing bayi.

"Tali pusar bayi biasanya akan lepas sendiri kurang lebih 7-14 hari setelah dilahirkan," ujar dr Aditya Suryansyah, SpA(K), dokter anak dari RSAB Harapan Kita ketika dihubungi detikHealth, Rabu (8/5/2013).

Karena masih sangat sensitif, tali pusar bayi yang baru lahir perlu mendapatkan perawatan yang baik agar tak mengundang infeksi. Lebih parah lagi, dr Adit menuturkan tali pusar bayi yang tak dirawat bahkan bisa menyebabkan tetanus.

Lantas bagaimana merawat tali pusar bayi?

"Membersihkannya cukup dengan menggunakan sedikit larutan alkohol dan kapas. Jangan gunakan salep karena kulit bayi masih sensitif," jelas dr Adit, yang juga berpraktik di RSIA Buah Hati Ciputat, Jakarta.

Senada dengan dr Adit, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA (K) juga menyarankan untuk tidak memberikan betadine atau salep pada tali pusar bayi tanpa anjuran dari dokter.

Menurut dokter anak yang bertugas di RSCM ini, tali pusar bayi biasanya akan kering secara alami, tanpa pemberian obat tertentu.

Perawatan tali pusar yang benar akan mempercepat penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi. Secara detail, cara perawatan tali pusar yang baik seperti dikutip dari buku ‘Rahasia Ibu Pintar: Panduan Merawat Bayi Pasca Persalinan Sampai 12 Bulan’ yang ditulis Nini Umi Nazwa, adalah sebagai berikut:

1. Ganti kain kasa yang membungkus tali pusar dengan yang baru setiap habis mandi. Caranya, kain kasa dibasahi terlebih dahulu dengan alkohol 70 %, kemudian lilitkan dan rekatkan dengan tali atau pita perekat.

2. Jangan mandikan bayi dengan cara berendam jika tali pusar belum puput (lepas). Cukup diusap atau dilap saja agar tali pusar tidak basah.

3. Agar tali pusar tidak tergesek-gesek baju atau popok, Anda bisa menggunakan gurita. Tetapi, jangan terlalu kencang dalam mengikatnya.

4. Jika tali pusar lembap terus sehingga bernanah atau berwarna kemerahan dan bayi menangis setiap tersentuh bagian itu, segera bawa ke dokter karena kemungkinan bayi mengalami infeksi.



(mer/vit)