Meski Tak Bertulang, Mr P pun Bisa Patah Jika Asal Bercinta

Cedera saat Bercinta

Meski Tak Bertulang, Mr P pun Bisa Patah Jika Asal Bercinta

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 28 Agu 2013 09:03 WIB
Meski Tak Bertulang, Mr P pun Bisa Patah Jika Asal Bercinta
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Meski tak bertulang, ternyata penis juga bisa patah. Ada beberapa kasus yang sudah didokumentasikan dalam penelitian menyebut kemaluan pria yang patah atau mengalami fraktur. Penyebabnya karena terlalu banyak bermanuver saat bercinta. Bagaimana penjelasannya?

"Lebih cocoknya trauma pada organ penis, bukan fraktur. Kalau fraktur atau patah itu lebih ke tulang sedangkan penis tidak bertulang. Tidak beda sama olahraga, semua aktivitas yang dilakukan manusia pasti ada risiko cedera kalau tidak hati-hati," kata dr Andri Wananda, seksolog kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (28/8/2013).

Insiden trauma pada penis saat bercinta, menurut dr Andri, umumnya disebabkan karena tidak memenuhi aturan sexual response cycle, yaitu tahapan bercinta yang dimulai dengan foreplay, lalu vagina terlubrikasi sehingga mencapai tahap excited, sampai akhirnya orgasme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut lagi, dr Andri menerangkan bahwa hubungan seks sebenarnya mencakup tiga hal. Pertama, aturan sexual response cycle tadi. Kedua, posisi bercinta sebaiknya disesuaikan dengan usia dan keadaan jasmani. Ketiga, kebugaran psikis.

"Kalau yang pertama dan kedua tadi tak sesuai bisa saja cedera. Kalau yang ketiga, kondisi psikis itu misalnya terpaksa bercinta saat lagi stres atau lagi kesal. Si suami lagi capek tapi istrinya memaksa terus untuk berhubungan, akhirnya tidak pakai foreplay langsung penetrasi, tidak ada lubrikasi jadinya iritasi," terangnya.

Bisa juga yang terjadi sebaliknya, yaitu istri yang sedang kesal. Akibatnya sewaktu bercinta gerakan pinggulnya kelewat kencang hingga akhirnya terjadilah trauma. Karena penis pada dasarnya jaringan lunak, trauma yang terjadi lebih seperti organ yang terbentur.

Berbeda dengan trauma pada vagina yang biasanya langsung menyebabkan perdarahan karena ada iritasi, gejala patah penis berupa otot yang membiru atau bengkak. Obatnya adalah dengan istirahat dan tidak berhubungan dulu selama beberapa hari. Bisa juga diresepkan salep atau anti inflamasi untuk meredakan bengkak.

"Kalau vagina yang iritasi dikasih antibiotik (obat oral) atau anti inflamasi supaya bisa normal lagi. Baik penis atau vagina, kalau iritasi sudah sembuh bisa kembali normal lagi kok kondisinya," ujar dr Andri menenangkan.

Melengkapi penjelasan tersbut, dr Indra G mansur, DHES, Sp.And, spesialis andrologi di RSIA Sayyidah, Pondok Kelapa dan Staf Pengajar di FKUI menegaskan bahwa trauma fisik pada kelamin juga bisa muncul karena ada infeksi.

"Karena dulunya pernah melakukan hubungan lalu ada infeksi jamur dan umumnya terjadi pada yang belum sunat. Cirinya adalah merasa nyeri atau bahkan tidak bisa ereksi. Cara mengobatinya dengan obat oral atau salep, juga secara psikologis. Kalau traumanya sudah sembuh bisa melakukan hubungan lagi," ujarnya singkat.

(pah/up)
Cedera saat bercinta
15 Konten
Bercinta menjadi kegiatan menyenangkan yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Namun, bila terlalu ceroboh bisa saja menyebabkan cedera fatal.

Berita Terkait