Rabu, 13 Nov 2013 12:01 WIB

Pahitnya Komplikasi Kencing Manis

Komplikasi Diabetes, dari Penyakit Jantung, Stroke, Hingga Gagal Ginjal

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pernahkah Anda memiliki teman atau saudara yang sakit diabetes namun meninggal karena muncul komplikasi lain? Ya, diabetes memang merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi lain, bahkan komplikasi mematikan.

"Yang paling banyak menyebabkan kematian itu adalah penyakit jantung. Karena gula darahnya tidak terkontrol, makannya tidak dijaga, maka gula darahnya tinggi terus dan akhirnya merusak pembuluh darah. Setelah itu terganggu pulalah organ lainnya," ujar Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (13/11/2013).

Sementara itu menurut dr Agastja Wisjnu Wardhana, SpPD, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam RS Polri Kramat Jati, komplikasi yang paling banyak membuat pasien diabetes meninggal yaitu penyakit jantung, gangguan ginjal, stroke, dan infeksi.

Pada jantung, peningkatan kadar gula darah benar-benar dapat merusak pembuluh darah yang mengangkut darah ke dan dari jantung. Pasokan darah yang tidak memadai akan memaksa jantung bekerja terlalu keras, sehingga menyebabkan nyeri dada, sesak napas dan irama jantung yang tidak teratur. Dalam kasus ekstrem, ini dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyumbatan.

Bagi ginjal, pembuluh darah yang rusak karena kadar gula darah tinggi akan menyulitkan ginjal untuk mengeluarkan produk sisa dari darah. Dalam kasus ekstrem, limbah ini menyebabkan ginjal gagal. Oleh karena itu, Anda mungkin harus melakukan transplantasi ginjal atau dialisis (cuci darah) untuk mempertahankan hidup.

"Gula darah yang tinggi juga bisa membuat salah satu bagian tubuh kena infeksi. Misalnya luka di kaki ketusuk paku terus sampai bernanah, itu sulit disembuhkan," terang dr Agastja yang juga praktik di RS Selapa Polri Lebak Bulus.

Kepada detikHealth dr Agastja melanjutkan, infeksi ini bisa terus menjalar sampai ke lutut dan pada akhirnya bisa juga menyebabkan kaki harus diamputasi. Tentu keputusan untuk amputasi tidaklah mudah, baik bagi pasien maupun bagi keluarga, oleh sebab itu kondisi ini sering dibiarkan. Padahal jika tidak diobati dengan baik, kondisinya bisa terus memburuk.

"Orang kita jarang yang mau diamputasi, maka kondisi seperti itu bisa jadi bom waktu karena kerusakannya sudah menjalar kemana-mana," tutur dr Agastja.

(vta/vit)