Ejakulasi dini (Edi) merupakan momok yang menakutkan bagi pria dewasa. Sebab yang tersakiti bukan penis atau buah zakar, melainkan juga gengsi para laki-laki. Kegagalan memberi kepuasan seks pada pasangan kadang sampai memicu depresi.
Dr dr Andri Wanananda, MS, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksolog Indonesia (ASI) memaparkan bahwa ada tiga tipe ejakulasi dini yang dapat dialami pria. Ketiganya adalah ejakulasi sebelum penetrasi, ejakulasi ketika menyentuh vagina, serta ejakulasi setelah penetrasi selama beberapa detik.
"Ejakulasi sebelum penetrasi itu yang parah, ya. Belum meyentuh saja sudah 'keluar'," kata dr Andri saat dihubungi detikhealth, Rabu (18/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derita Psikis Berkembang Jadi Disfungsi Ereksi
Sementara itu, psikolog Rosdiana S. Tarigan, MPSi, MHPEd menjelaskan bahwa sebagian besar kasus ejakulasi dini terjadi karena faktor psikologis, bukan karena faktor fisik. Kurangnya kepercayaan diri seseorang terhadap tubuhnya serta minim prestasi disebutnya sebagai alasan terbesar ejakulasi dini.
"Prestasi di sini bukan hanya masalah di ranjang saja ya," ujarnya.
Target karir merupakan salah satu contoh prestasi yang dimaksudkan oleh Rosdiana. Jika seseorang tidak berhasil mencapai target karir yang diinginkannya, hal itu akan membuatnya stres dan bahkan frustasi. Akhirnya fungsi seksualnya pun ikut terganggu.
Ketika ditanyakan tentang kemungkinan disfungsi ereksi akibat ejakulasi dini, ia tidak menampik pernyataan tersebut. Namun ia lebih menekankan faktor psikologis dibanding faktor fisik.
"Kalau ejakulasi dini tidak segera diatasi, lama-lama depresi lalu jadinya disfungsi ereksi," jelasnya.
Hal itu menurutnya disebabkan akibat kondisi mental yang makin terpuruk, sehingga bantuan apapun di luar bantuan mental tidak akan berpengaruh, termasuk istri yang seksi. Ia pun menyatakan bahwa jika seorang pengantin baru mengalami ejakulasi dini, tidak usah stres dan takut.
"Karena itu kan masalah skill yang belum terbiasa sehingga perlu pembelajaran dalam proses hubungan seksual," pungkasnya.
(vit/up)











































