Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber dan dilengkapi hasil wawancara dengan para ahli seksologi, berikut ini beberapa faktor yang menentukan kuat atau lemahnya semburan sperma saat ejakulasi, seperti ditulis para Rabu (18/12/2013).
1. Kekentalan
|
|
"Kekentalan sperma dipengaruhi oleh frekuensinya dikeluarkan karena semakin sering maka spermanya jadi encer," kata dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2. Kontraksi otot
|
|
"Kalau sudah lanjut usia, kontraksinya juga nggak terlalu bagus, makanya spermanya jadi meleleh. Dia masih muda, tubuhnya bugar, ya bisa menyembur spermanya," jelas dr Andri
3. Kualitas foreplay
|
|
"Kekuatan kontraksi dipengaruhi oleh tingkat rangsangan. Kalau semakin lama dia dirangsang bisa semakin besar kekuatan dia kontraksi," papar dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, seksolog dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.
4. Penyakit
|
|
"Penyakitnya apa? Apa saja, yang pasti jika dia ada gangguan kesehatan, pasti tidak bisa melakukan kontraksi dengan baik. Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan paru kronis atau hipertensi kronis, itu akan mempersulit kontraksi," jelas dr Nugroho.
5. Ukuran penis
|
|
"Kualitas penis, itu yang penting. Keras, bisa ereksi, itu yang penting," pesan dr Andri.
6. Posisi penis
|
|
Hal yang sama juga bisa diterapkan saat ejakulasi. Jepitan pada ujung kepala Mr P cenderung akan menciptakan semburan yang lebih kencang dibandingkan saat Mr P tidak dijepit sama sekali. Dengan apa menjepitnya, silakan bereksperimen dengan pasangan masing-masing.
Halaman 2 dari 7











































