Sperma Menyembur Kencang atau Cuma Meleleh, Ini yang Menentukan

Gangguan Ejakulasi

Sperma Menyembur Kencang atau Cuma Meleleh, Ini yang Menentukan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 18 Des 2013 15:22 WIB
Sperma Menyembur Kencang atau Cuma Meleleh, Ini yang Menentukan
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Ibarat pompa air, makin kuat tekanannya maka semburan air yang dihasilkan juga akan semakin kencang. Begitu pula dengan semburan sperma saat ejakulasi, otot-otot di sepanjang saluran sperma akan banyak mempengaruhi.

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber dan dilengkapi hasil wawancara dengan para ahli seksologi, berikut ini beberapa faktor yang menentukan kuat atau lemahnya semburan sperma saat ejakulasi, seperti ditulis para Rabu (18/12/2013).

1. Kekentalan

Sesuai sifat benda cair, semakin encer maka kemampuan mengalirnya makin bagus. Bila disemburkan, maka semburannya akan semakin kencang. Demikian pula dengan cairan ejakulasi. Makin kental, makin lemah pula semburannya. Lalu apa yang mempengaruhi kekentalan sperma?

"Kekentalan sperma dipengaruhi oleh frekuensinya dikeluarkan karena semakin sering maka spermanya jadi encer," kata dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

2. Kontraksi otot

Untuk bisa menyemburkan sperma sekencang mungkin, sejumlah otot di sekitar saluran sperma akan mengalami kontraksi. Makin kuat kontraksinya, makin kuat tekanannya sehingga semburannya pun makin kencang. Kekuatan kontraksi otot itu sendiri dipengaruhi banyak faktor, salah satunya usia.

"Kalau sudah lanjut usia, kontraksinya juga nggak terlalu bagus, makanya spermanya jadi meleleh. Dia masih muda, tubuhnya bugar, ya bisa menyembur spermanya," jelas dr Andri

3. Kualitas foreplay

Secara langsung, foreplay atau pemanasan tidak mempengaruhi kekuatan semburan karena ejakulasi terjadi pada tahap paling akhir dari sebuah proses berhubungan seks. Namun demikian, secara tidak langsung pemanasan akan mempengaruhi kekuatan kontraksi dan kemudian menentukan kuat atau tidaknya semburan sperma.

"Kekuatan kontraksi dipengaruhi oleh tingkat rangsangan. Kalau semakin lama dia dirangsang bisa semakin besar kekuatan dia kontraksi," papar dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, seksolog dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.

4. Penyakit

Kekuatan kontraksi otot, yang nantinya menentukan kuat atau lemahnya semburan ejakulasi, sangat dipengaruhi juga oleh status kesehatan. Seseorang dengan penyakit tertentu tidak akan bisa mengalami kontraksi sekuat orang sehat.

"Penyakitnya apa? Apa saja, yang pasti jika dia ada gangguan kesehatan, pasti tidak bisa melakukan kontraksi dengan baik. Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan paru kronis atau hipertensi kronis, itu akan mempersulit kontraksi," jelas dr Nugroho.

5. Ukuran penis

Bagi laki-laki yang menganggap penting ukuran penis, dengarkan penjelasan para ahli seksologi. Baik dr Andri maupun dr Nugroho, keduanya sependapat bahwa bukan ukuran yang mempengaruhi kekuatan semburan sperma saat ejakulasi.

"Kualitas penis, itu yang penting. Keras, bisa ereksi, itu yang penting," pesan dr Andri.

6. Posisi penis

Bagi yang gemar menyiram tanaman dengan selang plastik, tentunya tidak sulit melakukan eksperimen untuk membuat semburan air makin kencang. Ya, bikin lubang sesempit mungkin sehingga air berebut keluar, lalu menciptakan tekanan yang lebih besar agar semburannya kencang.

Hal yang sama juga bisa diterapkan saat ejakulasi. Jepitan pada ujung kepala Mr P cenderung akan menciptakan semburan yang lebih kencang dibandingkan saat Mr P tidak dijepit sama sekali. Dengan apa menjepitnya, silakan bereksperimen dengan pasangan masing-masing.
Halaman 2 dari 7
Sesuai sifat benda cair, semakin encer maka kemampuan mengalirnya makin bagus. Bila disemburkan, maka semburannya akan semakin kencang. Demikian pula dengan cairan ejakulasi. Makin kental, makin lemah pula semburannya. Lalu apa yang mempengaruhi kekentalan sperma?

"Kekentalan sperma dipengaruhi oleh frekuensinya dikeluarkan karena semakin sering maka spermanya jadi encer," kata dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Untuk bisa menyemburkan sperma sekencang mungkin, sejumlah otot di sekitar saluran sperma akan mengalami kontraksi. Makin kuat kontraksinya, makin kuat tekanannya sehingga semburannya pun makin kencang. Kekuatan kontraksi otot itu sendiri dipengaruhi banyak faktor, salah satunya usia.

"Kalau sudah lanjut usia, kontraksinya juga nggak terlalu bagus, makanya spermanya jadi meleleh. Dia masih muda, tubuhnya bugar, ya bisa menyembur spermanya," jelas dr Andri

Secara langsung, foreplay atau pemanasan tidak mempengaruhi kekuatan semburan karena ejakulasi terjadi pada tahap paling akhir dari sebuah proses berhubungan seks. Namun demikian, secara tidak langsung pemanasan akan mempengaruhi kekuatan kontraksi dan kemudian menentukan kuat atau tidaknya semburan sperma.

"Kekuatan kontraksi dipengaruhi oleh tingkat rangsangan. Kalau semakin lama dia dirangsang bisa semakin besar kekuatan dia kontraksi," papar dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, seksolog dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kekuatan kontraksi otot, yang nantinya menentukan kuat atau lemahnya semburan ejakulasi, sangat dipengaruhi juga oleh status kesehatan. Seseorang dengan penyakit tertentu tidak akan bisa mengalami kontraksi sekuat orang sehat.

"Penyakitnya apa? Apa saja, yang pasti jika dia ada gangguan kesehatan, pasti tidak bisa melakukan kontraksi dengan baik. Penyakit kronis seperti diabetes, gangguan paru kronis atau hipertensi kronis, itu akan mempersulit kontraksi," jelas dr Nugroho.

Bagi laki-laki yang menganggap penting ukuran penis, dengarkan penjelasan para ahli seksologi. Baik dr Andri maupun dr Nugroho, keduanya sependapat bahwa bukan ukuran yang mempengaruhi kekuatan semburan sperma saat ejakulasi.

"Kualitas penis, itu yang penting. Keras, bisa ereksi, itu yang penting," pesan dr Andri.

Bagi yang gemar menyiram tanaman dengan selang plastik, tentunya tidak sulit melakukan eksperimen untuk membuat semburan air makin kencang. Ya, bikin lubang sesempit mungkin sehingga air berebut keluar, lalu menciptakan tekanan yang lebih besar agar semburannya kencang.

Hal yang sama juga bisa diterapkan saat ejakulasi. Jepitan pada ujung kepala Mr P cenderung akan menciptakan semburan yang lebih kencang dibandingkan saat Mr P tidak dijepit sama sekali. Dengan apa menjepitnya, silakan bereksperimen dengan pasangan masing-masing.

(up/vit)

Gangguan Ejakulasi
13 Konten
Ejakulasi dini bisa dialami siapa saja dan bisa membuat pasangan frustasi. Simak yuk A to Z tentang gangguan ejakulasi.
Berita Terkait