Sering Pasang Status Galau, ABG Labil Rentan Dimangsa Paedofil

Ancaman Paedofil Online

Sering Pasang Status Galau, ABG Labil Rentan Dimangsa Paedofil

AN Uyung Pamudiarja, M Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 10:04 WIB
Sering Pasang Status Galau, ABG Labil Rentan Dimangsa Paedofil
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Status-status galau mudah sekali ditemukan di jejaring sosial, terutama pada akun-akun milik para ABG (Anak Baru Gede). Hati-hati, para pakar mengingatkan bahwa kebiasaan mengumbar informasi pribadi bisa mengundang pelecehan seks.

"Jangan terlalu percaya pada orang. Komunikasi secukupnya, jangan banyak pasang status galau. Itu memancing predator yang sering berkedok sebagai teman curhat," pesan Fauzan Heru Santoso, psikolog sosial dari Universitas Gadjah Mada tentang kebiasaan pasang status galau para ABG, seperti ditulis pada Rabu (22/1/2013).

Selain status galau, beragam informasi yang sifatnya sangat personal kerap diumbar para ABG yang kurang menyadari risikonya. Misalnya alamat rumahnya, hobinya, musik kesukaan dan bahkan nomor telepon. Bagi para predator, tentu sangat memudahkan untuk stalking atau melacak target.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara emosional (ABG) memang belum stabil, apa yang dilakukan belum dipikir matang-matang. Tetap butuh pemantauan meski sudah cukup umur," kata Ratih Zulhaqqi, MSi, psikolog anak dan remaja dari Klinik Kancil.

Pegiat Internet Sehat, Donny BU membuktikan sendiri betapa mudahnya para predator mengumpulkan informasi tentang anak-anak yang menjadi targetnya. Dalam eksperimen yang dilakukannya, Donny berhasil mengidentifikasi profil seorang anak perempuan secara detail.

"Dia kelas 6 SD di Bogor, ayahnya polisi. Nama ibunya siapa, hobinya apa, sekolahnya di mana, saya bisa tahu. Kalau saya punya niat jahat kan tinggal PDKT (pendekatan) saja. 'Eh kamu dipanggil bapak', atau 'eh saya ketemu si ini kemarin'. Karena saya sudah tahu nama teman-temannya siapa, nongkrong di mana. Gampang kan kalau mau nyulik," papar Donny.

Soal kebiasaan pada ABG memasang foto narsis juga menjadi perhatian pada ahli. Tidak ada batasan pasti seperti apa foto yang dianggap merangsang, tetapi sebaiknya memang tidak sembarangan saat mempublikasikannya di jejaring sosial.

"Soal foto, hak masing-masing anak mau pasang foto apa. Tapi untuk mengurangi risiko, sebaiknya jangan pajang foto yang merangsang orang," saran seorang pengamat social media, Nukman Luthfie.

(up/vit)
Ancaman pedofil online
17 Konten
Kemajuan pada internet tidak hanya menghasilnkan dampak positif, namun juga nampak negatif. Salah satu yang cukup mengganggu adalah tindakan pedofil di dunia may
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads