Rabu, 12 Feb 2014 10:32 WIB

Tes Masuk Anak Sekolah

Tes Masuk SD Bagi Anak-anak, Seberapa Penting?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah
Jakarta - Tahun ajaran baru sekolah tinggal beberapa bulan lagi. Biasanya, sejak jauh-jauh hari orang tua sudah mempersiapkan segala keperluan putra-putrinya, terutama yang akan duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Untuk bisa lolos ke SD pilihan pun anak harus melewati beberapa tes terlebih dulu, seberapa pentingkah tes ini?

"Kalau untuk SD negeri lebih tepat disebut seleksi, bukan tes. Seleksinya berdasarkan umur di mana sesuai wajib belajar sembilan tahun yang diprioritaskan adalah anak dengan usia tujuh tahun, usia enam tahun mau mendaftar boleh," papar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (12/2/2014).

Dengan demikian bisa dikatakan penilaiannya adalah siswa yang usianya lebih tua mendapat kesempatanyang lebih besar. Maka dari itu, dikatakan Taufik, berdasarkan peraturan menteri, anak yang usianya belum tujuh tahun harus masuk TK dulu. Dalam seleksi masuk SD, dilakukan pengecekan misalnya mengenal angka dan gambar, bukan sebuah tes. Tujuannya, untuk mengecek panca indra si anak. Hal ini dikarenakan ada kejadian ketika disuruh melihat gambar si anak tidak bisa berbicara dan ternyata yang bersangkutan tunanetra terbuka.

"Kalau kegagalan, biasanya anak yang tidak lolos seleksi bukan karena ada tes tapi karena usianya masih enam tahun tujuh bulan misalnya, terus dia tergerser posisinya dengan anak yang lebih tua," tambah Taufik.

Taufik menegaskan untuk sekolah negeri tidak ada seleksi masuk dengan mengunakan tes membaca, menulis, dan berhitung. Karenanya jika ada sekolah negeri yang menerapkan seleksi semacam itu, Dinas Pendidikan akan melakukan pengecekan.

Untuk sekolah swasta yang kerap kali ditemukan adanya tes untuk seleksi, menurut Vera Itabiliana K Hadiwidjojo, Psi, bentuk tes memang terserah pada pihak sekolah. Karena diselenggarakan swasta, maka biasanya mereka memiliki kriteria tertentu. Nah, di sinilah peran orang tua untuk melihat lebih bijaksana apakah tes-tes yang menjadi kriteria sekolah tertentu cocok bagi anaknya.

"Jadi tes masuk itu bukan perlu atau nggak perlu, tapi sekolah memang berhak menentukan kriteria. Dari sisi sebaliknya, ada di orang tua. Jika orang tua merasa tidak cocok bagi anak, tidak usah dipaksakan," tutur Vera.

Sementara itu, psikolog pendidikan Irene Guntur mengatakan tes masuk sekolah pada dasarnya lebih cocok jika diterapkan untuk mengukur kemampuan anak dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah tersebut. Hal ini utamanya berlaku bagi anak yang ingin bersekolah di SD swasta.

Lantas, tes-tes apa saja yang biasa dilakukan SD swasta untuk menyaring siswa didiknya? Bagaimana dengan biaya pendaftaran, uang pangkal, dan SPP-nya? Kemudian, apa yang harus dipersiapkan orang tua saat anaknya akan masuk SD? Simak pemaparannya di Ulasan Khas detikHealth pada Rabu (12/2/2014) ini yang bertemakan 'Tes Masuk Anak Sekolah'.

Selamat membaca!

(rdn/vit)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah