Rabu, 12 Feb 2014 12:01 WIB

Tes Masuk Anak Sekolah

Trik Mengenalkan Materi SD pada Anak TK dan Playgroup

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah
Jakarta - Idealnya, playgroup dan Taman Kanak-kanak (TK) adalah sarana bermain. Namun sekarang, tak jarang anak-anak pada tahap ini sudah harus mengenal materi SD. Efektifkan mengenalkan materi SD sejak dini?
 
Mengenalkan ketrampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) memang tidak diharamkan pada tahapan tersebut, caranya saja yang harus disesuaikan. Psikolog anak dari klinik tumbuh kembang Kancil, Ratih Zulhaqqi, M.Psi punya trik untuk sekedar mengenalkan Calistung.

"Nggak perlu di-drill 3 + 2 sama dengan 5. Dekatkan saja dengan keseharian. Misalnya ibu punya 5 permen, diambil 2 tinggal berapa?" saran Ratih saat dihubungi detikHealth, Rabu (12/2/2014).

Begitu pun untuk sekadar mengenalkan huruf-huruf, orang tua bisa kapan saja mengajak anak untuk belajar tanpa harus merasa terbebani. Banyak triknya, misalnya dengan selalu menunjukkan pada anak saat menjumpai huruf tertentu sambil bersama-sama menghafal namanya.

Terlalu memaksakan anak TK dan playgroup untuk terampil calistung, menurut Ratih bisa membuat anak tertekan. Pada masa-masa tersebut, yang dibutuhkan anak adalah waktu untuk bermain. Jika banyak dirampas untuk belajar calistung, tentu akan mempengaruhi perkembangan anak.

Menurut Ratih, yang lebih penting untuk dipersiapkan di bangku TK atau plagroup adalah kemampuan motorik halus. Misalnya dengan permainan lilin, mewarnai, dan sejenisnya. Saat anak masuk SD, permainan itu berguna agar jari-jari anak lebih terlatih untuk berlama-lama memegang pensil.

Meski lebih banyak memberikan porsi bermain, bukan berarti tahapan TK dan playgroup tidak penting. Psikolog pendidikan dari Universitas Tarumanegara, Irene Guntur, M.Psi, mengingatkan risiko yang mungkin dihadapi anak bila tidak melalui tahapan tersebut.

"Pasti ada pengaruhnya. Nanti kan waktu di SD anak sudah harus bisa baca, mengenal angka dan warna. Kalau dia sebelumnya tidak pernah masuk playgroup atau TK, dia akan jadi lebih sulit beradaptasi," psikolog yang akrab disapa Ige tersebut.

Namun demikian pengenalan angka, huruf, dan warna tidak harus melulu melalui bangku sekolah di TK atau playgroup. Di rumah, anak-anak pun bisa mendapatkan pelajaran semacam itu dari orang tuanya dengan cara-cara yang sederhana.

"Simulasi sebelum SD bisa di rumah. 5 Kemampuan anak dalam fisik, intelektual, bahasa, sosial, dan emosional bisa dicukupi di rumah. Nggak apa-apa kok dipenuhi di rumah. Kalau tidak bisa terpenuhi di rumah, maka anak bisa sekolah TK," kata Vera.

(up/vit)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah