Rabu, 12 Feb 2014 13:30 WIB

Tes Masuk Anak Sekolah

Ketika si Kecil Gagal Masuk SD karena Belum Mampu Calistung

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah
Jakarta -

Meski ditentang oleh sebagian besar praktisi pendidikan, tes membaca, menulis, dan menghitung (calistung) yang dilalui anak sebelum masuk SD tetap dipraktikkan banyak sekolah. Padahal tidak sedikit anak yang gagal masuk SD karena memang belum mempunyai kemampuan calistung yang baik.

Psikolog sekaligus pemerhati anak Tika Bisono MPsiT, Psi menegaskan bahwa anak bukan cetakan orang tua. Menurutnya, salah jika orang tua memaksakan keinginan kepada anak, termasuk untuk memasuki sekolah tertentu atau membuat anak melakukan aktivitas yang tidak disenanginya.

"Anak bukan orang dewasa kecil atau miniatur orang tua. Banyak orang tua yang berpikiran bahwa kriteria anak yang baik adalah yang menurut," ujar Tika seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Menurut Tika, kecerdasan logika atau matematika bukanlah kecerdasan paling penting yang harus dimiliki anak. Terpenting menurut Tika adalah kecerdasan eksistensial, yakni kemampuan anak menyadari keberadaannya atau eksistensi dirinya dengan segala kemampuan dan bakatnya.

Irene Guntur, M.Psi, CGA, psikolog pendidikan dari Universitas Tarumanegara berpendapat bahwa sebenarnya kemampuan calistung memang penting untuk anak. Namun, kemampuan tersebut tidak harus dimiliki oleh anak yang baru akan masuk SD.

"Kemampuan calistung di TK sifatnya dipelajari sebagai perkenalan saja. Dan nanti baru dimatangkan lagi ketika anak SD," ujarnya Irene saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (12/2/2014).

Jika ada anak gagal masuk SD karena tidak lulus calistung, Irene menilai dampak yang dirasakan anak tergantung bagaimana orang tua menyampaikannya. Orang tua harus sadar betul tentang kemampuan anaknya, sehingga bisa menjadi pertimbangan ketika memilih sekolah untuk si kecil.

"Kalau anak nggak diterima itu belum tentu karena dia nggak bisa lho ya," ujar Irene.

Ia menegaskan pula bahwa orangtua tidak boleh merendahkan diri anak dengan mengatakan bahwa anak tidak punya kemampuan untuk melakukan hal-hal tertentu, apalagi hanya karena gagal masuk SD. Perkataan yang merendahkan diri anak tersebut nantinya akan membuat anak menjadi minder atau rendah diri.

"Kalau sekali dikatakan mungkin nggak berpengaruh ya. Tapi kalau berulang kali anak dikatakan tidak bisa apa-apa, dia bisa jadi rendah diri dan takut kalau disuruh ikut kompetesi padahal sebenernya dia bisa," papar Irene.

(up/vit)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah