Rabu, 12 Feb 2014 15:04 WIB

Tes Masuk Anak Sekolah

Siapkan Anak Masuk SD Bisa Dilakukan Sambil Bermain Lho

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah
Jakarta - Dunia anak adalah dunia bermain. Namun anak harus tetap dilatih untuk memiliki tugas dan tanggung jawab, salah satu caranya adalah dengan menyekolahkan anak. Untuk menyiapkan anak masuk SD, tidak perlu melulu serius dan tegang. Cara simpel, misalnya dilakukan sambil bermain, pun bisa dilakukan.

"Jika terlalu memaksa anak untuk belajar maka anak bisa tertekan. Apalagi dunia prasekolah itu masih sangat kental dengan dunia bermain. Kalau mengajarkan sesuatu, sebaiknya dengan bermain dan sesuatu yang menyenangkan agar bisa lebih mudah dipahami," kata psikolog anak, Vera Itabiliana, Psi, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (12/2/2014).

Umumnya, sambung Vera, anak-anak sulit untuk duduk diam dalam waktu lama sambil mempelajari sesuatu. Alih-alih yang dipelajari bisa dimengerti, anak-anak malah merasa bosan dan ingin berontak. Alhasil memaksa anak belajar menjadi sangat tidak efektif.

Untuk menyiapkan anak masuk SD, perlukan mereka mengikuti les tertentu seperti bahasa Inggris atau berhitung? "Lesnya metodenya seperti apa. Kalau metodenya dengan pendekatan bermain, kemudian anak enjoy ya tidak apa-apa, karena tidak akan melelahkan anak," kata Vera.

Menurut dia, saat mengajarkan sesuatu pada anak, sebaiknya anak dibuat menyukai sesuatu terlebih dahulu. Misalnya untuk mengajarkan membaca, maka anak dikenalkan dengan buku. Kadang anak hanya melihat-lihat gambar di buku, dan membukanya dengan cepat-cepat sehingga buku lekas rusak. Namun orang tua tidak perlu buru-buru mengambil buku itu dari tangan anak. Lebih baik dijelaskan atau diceritakan perihal kisah di dalam buku.

"Kadang orang tua nggak melihat apa gunanya mewarnai. Memang tampaknya tidak ada koneksi, tapi itu bisa jadi dasar dari calistung," ucap Vera.

Sementara itu menurut psikolog pendidikan, Irene Guntur, M.Psi, soal perlu tidaknya menggunakan CD belajar, hal itu hanyalah alat. Sebab yang menentukan efektif tidaknya proses belajar adalah sosok yang mendampingi anak.

"Kalau misal cuma memutarkan CD saja terus nggak ikut diajarin nggak komunikatif ya sama saja. Kecuali kalau pengasuhnya memang sudah ngerti dan dipesenin sama orang tua sebelumnya. Kayak CD kan banyak ya anak bisa belajar dari situ, misalnya ini warna ungu atau warna lain yang memang jarang dikenalkan ke anak. Tapi kembali lagi dengan siapa anak menyaksikan tayangan itu," papar pengajar di Universitas Tarumanegara itu.

Dia menambahkan buku cerita juga bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan nilai moral kepada anak. Misalnya saja kisah tentang pembohong yang dijauhi teman mengajarkan bahwa kejujuran itu lebih baik. Game juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran anak, misalnya game tentang mencocokkan gambar atau mewarnai.

"Itu berpengaruh tapi cuma sedikit. Karena lebih baik ketika dia mewarnai dengan pensil warna atu spidol, menggunakan tangannya dia, dia bisa menarik garis lurus apa nggak, kemampuan anak lebih bisa terlihat di situ," papar psikolog yang akrab disapa Ige itu.

(rdn/vit)
Topik Hangat Tes masuk anak sekolah