Rabu, 26 Mar 2014 16:19 WIB

Serba-serbi Bentuk Kelamin

Kondisi yang Bikin Bentuk Mr P Tidak Normal

Zanel Farha Wilda - detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bentuk dan ukuran alat kelamin pria sering menjadi bahan perbincangan karena dianggap sebagai lambang kejantanan. Sayangnya, kondisi tertentu dapat membuat bentuk kelamin pria jadi tidak normal sejak dalam kandungan. Apa penyebabnya?

Salah satu kondisi ketidaknormalan penis adalah mikropenis, atau dikenal dengan istilah penis mungil. Penyebabnya adalah kurangnya hormon testosteron di dalam tubuh, bahkan terjadi sejak bayi laki-laki masih belum dilahirkan.

"Biasanya kondisi-kondisi seperti itu terjadi pada saat pria itu kecil, bahkan dari di dalam kandungan. Dan yang mempengaruhi atau menyebabkan hal ini terjadi adalah hormon pria tersebut," jelas Dr dr Indra G Mansur, DHES, SpAnd dari RSIA Sayyidah, saat berbincang dengan detikHealth, ditulis pada Rabu (26/3/2014).

dr Indra menjelaskan,hormon ini adalah hormon yang berperan dan bertanggung jawab dalam perkembangan organ-organ seksual, termasuk penis, yaitu testosteron atau dikenal dengan hormon seks pria. Jika hormonnya tidak berperan dengan baik atau semestinya, akhirnya itulah yang menyebabkan perkembangan penis menjadi terhambat.


"Ini mengapa ada pria dewasa yang penisnya kecil, karena penisnya tidak tumbuh atau berkembang sesuai dengan usia pertumbuhannya. Misalnya, ada yang umurnya belasan tahun, tapi penisnya masih kecil saja seperti umur empat tahun," lanjut dokter yang juga praktik di RSIA Budhijaya, Jakarta.

Normalnya, seorang pria terlahir dengan hormon 'pria' dan hormon 'wanita', tentu dengan kadar hormon 'pria' lebih banyak. Nah, pada orang-orang yang mengalami masalah dengan perkembangan penis, salah satunya disebabkan oleh hormon 'wanita' yang lebih banyak dibanding yang seharusnya, sehingga bisa menghambat pertumbuhan penis.

Menurut dr Indra, cara mengatasi masalah seperti ini adalah dengan memberikan obat untuk melawan atau menekan hormon penghambatnya. Orang tua bisa mencegah hal ini terjadi pada anaknya dengan melakukan pemeriksaan yang rutin sejak dalam kandungan.

"Jadi nanti dokter akan melihat bagaimana kondisi organ seksual pada anak itu, apakah normal atau tidak. Mungkin baru bisa diketahui normal atau tidak jika anak itu berusia 2 tahun, karena kan kalau 2 tahun belum terlihat penis dan testisnya, atau kecil, itu yang harus mulai diwaspadai," tutup dr Indra.



(mer/vit)