Rabu, 26 Mar 2014 20:00 WIB

Serba-serbi Bentuk Kelamin

Ini Lho, Rata-rata Ukuran Mr P Lelaki Indonesia

Adisti Lenggogeni, Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Hingga kini ukuran alat vital masih menjadi salah satu topik seksi dalam berbagai diskusi maupun perbincangan sederhana. Anggapan yang beredar menyebutkan bahwa ukuran kelamin pria dipengaruhi oleh jenis ras. Para lelaki dari ras Arab misalnya, mereka dianggap memiliki ukuran Mr P yang relatif lebih besar. Bagaimana dengan orang Indonesia?

Rata-rata ukuran alat vital pria Indonesia adalah tujuh hingga sembilan sentimeter saat rileks dan mencapai 15 sentimeter saat ereksi. Demikian menurut penuturan Heru H. Oentoeng, dokter reproduksi di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk. Ukuran tersebut dipengarui oleh faktor genetik, faktor tumbuh kembang, serta faktor kesehatan semisal kegemukan.

“Ukuran normal penis dari sisi medis sesuai dengan rata-rata statistik. Biasanya untuk orang Indonesia, statistik normalnya 7-9 hingga 15 cm, sama dengan Asia,” tuturnya ketika berbincang dengan detikHealth.

Mengenai anggapan bahwa besar kecilnya ukuran penis dipengaruhi jenis ras, dokter Oentoeng berpendapat bahwa hal tersebut merupakan persoalan data statistik. Meski data menunjukkan adanya perbedaan ukuran alat vital antara pria ras Asia, Afrika, dan Eropa, perbedaan yang ada tidaklah signifikan.

Hal berbeda disampaikan oleh Wimpie Pangkahila, profesor, dokter, sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Menurutnya tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa ukuran penis berkaitan dengan asal etnik atau ras. Pasalnya data yang ada tidak dihasilkan dari jumlah responden yang sebanding.

Sebuah penelitian di Singapura telah menampik anggapan yang selama ini beredar, bahwa ukuran alat kelamin pria dipengaruhi jenis ras. Menurut studi itu, ujar Wimpie, tidak ada perbedaan ukuran penis yang berarti antara berbagai ras.

“Ternyata tidak ada bukti ilmiah yang benar menyangkut ukuran penis berkaitan dengan etnik atau ras. Data yang ada ternyata dihasilkan dari jumlah pria yang tidak sama pada setiap kelompok etnis. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di Singapura menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara ukuran penis dari etnik Cina, Melayu, Arab, dan Eropa,” pungkasnya, seperti ditulis pada Rabu (26/3/2014).

(vit/vit)