Rabu, 26 Mar 2014 18:04 WIB

Serba-serbi Bentuk Kelamin

Beginilah Perubahan Bentuk Mr P dan Miss V Seiring Bertambahnya Usia

Adisti Lenggogeni, Zanel Farha Wilda - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ketika seseorang menua, ada berbagai hal dalam dirinya yang berubah. Dulu saat muda, mungkin kulitnya masih halus dan jauh dari keriput, namun seiring menuanya usia, keriput hadir di sana-sini. Tak hanya itu, bagian paling intim seorang manusia, yakni alat kelamin, juga mengalami perubahan. Seperti apa?

"Elastisitas vagina pasti semakin berkurang, kemudian juga kalau menepause vaginanya menjadi kering. Karena seiring dengan bertambahnya usia saraf hormonnya berkurang, jadi tergantung dari hormonnya," kata dr.Ricky Susanto, M.Kes, SpOG dari RS Bethsaida Serpong, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (26/3/2014).

Sementara itu menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS dari Universitas Udayana, seiring bertambahya usia maka perubahan yang bisa terjadi pada vagina antara lain bibir vagina yang bentuknya menjadi datar. Selain itu, rugae atau lekukan pada dinding vagina akan berkurang atau menghilang.

"Otot sekitar vagina juga melemah apalagi kalau perempuan tidak melatihnya melalui olahraga," jelas Prof Wimpie.

Dia menerangkan perubahan pada kelamin perempuan sangat dipengaruhi oleh berkurangnya hormon estrogen, progesteron, dan testosteron. Ketika hormon ini berkurang seiring usia, maka timbul gejala antara lain dorongan seksual berkurang, perlendiran vagina berkurang, dan relaksasi vagina yang juga berkurang.

"Perubahan ini menimbulkan disfungsi seksual yang mengganggu hubungan seksual dengan pasangan. Perubahan lain di luar kelamin tidak saya bahas di sini," tutur Prof Wimpie.

Sedangkan pada pria perkembangan penis sejak kecil dipengaruhi oleh testosteron. Fungsi ereksi juga antara lain dipengaruhi hormon testosteron. Kalau testosteron berkurang, misalnya karena penuaan, maka dorongan seksual dan fungsi ereksi berkurang. Ereksi spontan pada malam hari atau pagi hari juga berkurang.

Dihubungi secara terpisah, dr Indra G Mansur SpAnd dari klinik imunologi dan kesehatan reproduksi Sayyidah Pondok Kelapa memaparkan perubahan yang terjadi pada penis adalah perubahan panjang dan diameternya, bukan bentuknya. Menurut dr Indra, bentuk penis sebenarnya sama saja.

"Panjang dan diameternya memang akan berubah sesuai dengan pertumbuhannya. Biasanya pertumbuhan panjang dan diameter ini akan terjadi dengan cepat ketika pria itu masih berada dalam masa pubertas. Tapi setelah ia lewat masa pubertas, pertumbuhan yang akan terjadi akan berjalan dengan lambat," lanjutnya.

dr Indra menuturkan batas pertumbuhan penis adalah sampai seorang laki-laki berusia 20 tahun. Setelah melewati usia itu, maka pertumbuhan tidak akan terjadi lagi.

"Penyebab pertumbuhan ini tentu saja hormon yang ada di dalam tubuh manusia. Hormon itu kan akan terus tumbuh. Lalu pertumbuhan bisa juga disebabkan oleh rongga yang terus membesar seiring bertambahnya usia. Makanya rongga itu akan mendorong penis akan menjadi lebih besar," ucap dr Indra.

Dikutip dari WebMD, ada dua perubahan besar terkait penampilan penis seiring semakin bertambah tuanya seorang laki-laki. Kepala penis (glans) secara bertahap kehilangan warna keunguannya. Kondisi itu akibat dari berkurangnya aliran darah. Perlahan, pertumbuhan rambut kemaluan juga mulai melambat, dan bahkan mengalami kerontokan sedikit demi sedikit.

"Karena testosteron berkurang, penis secara bertahap beralih ke masa prapubertalnya, sehingga sebagian besar tidak lagi berbulu," kata Irwin Goldstein, MD, Direktur Pengobatan Seksual di Alvarado Hospital di San Diego dan editor-in-chief The Journal of Sexual Medicine.

(vit/vit)