Rabu, 26 Mar 2014 18:30 WIB

Serba-serbi Bentuk Kelamin

Penis Bisa Menyusut Tanpa Disadari, Ketahui Penyebabnya

Adisti Lenggogeni, Zanel Farha Wilda - detikHealth
foto: NYDailyNews
Jakarta - Ketika seorang laki-laki berusia pertengahan 20-an tahun, mungkin penisnya terlihat sangat gagah. Namun kondisi itu bisa jadi tak lagi sama pada 20 tahun kemudian. Penis yang dulunya besar dan gagah, menjadi tak sebesar dulu lantaran menyusut tanpa disadari. Nah, apakah penyebab menyusutnya penis?

dr Indra G Mansur SpAnd dari klinik imunologi dan kesehatan reproduksi Sayyidah Pondok Kelapa menjelaskan yang membuat penis bisa menyusut adalah hormon yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Maklum, semakin tua, hormon di dalam tubuh manusia akan menurun.

"Dan hal inilah yang menyebabkan penis bisa menyusut. Kan orang yang sudah tua atau kakek-kakek secara tidak sadar penisnya akan menjadi lebih kecil, dan penurunan hormonlah yang menyebabkan ini terjadi," jelas dr Indra dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (26/3/2014).

Penyusutan pada penis juga diikuti dengan penurunan fungsi ereksi, yang antara lain dipengaruhi hormon testosteron. "Kalau testosteron berkurang misalnya karena penuaan, maka dorongan seksual dan fungsi ereksi berkurang. Ereksi spontan pada malam hari atau pagi hari juga berkurang," ucap Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS dari Universitas Udayana.

Dikutip dari WebMD, biasanya semakin bertambah tua, seorang laki-laki akan semakin bertambah berat badannya. Nah, lemak akan terakumulasi di perut bagian bawah sehingga membuat ukuran penis seolah menjadi lebih pendek. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan penyusutan penis pada lelaki tua. Pertama, deposit zat lemak di dalam arteri kecil penis yang mana hal ini mengganggu aliran darah ke organ. Proses ini dikenal sebagai aterosklerosis. Hal ini juga memberikan kontribusi pada penyumbatan arteri koroner yang menjadi penyebab utama serangan jantung.

Kedua, penumpukan bertahap kolagen relatif inelastis (jaringan parut) di dalam selubung fibrosa elastis yang mengelilingi bilik (ruang) ereksi. Ereksi terjadi saat bilik-bilik ini terisi oleh darah. Nah, penyumbatan dalam arteri penis membuat ereksi lebih kecil.

Bukan cuma penis yang berubah, tetapi juga ukuran testis. Testis seorang pria usia 30 tahun diameternya bisa jadi sekitar 3 cm. Namun pada saat diukur lagi di usia 60 tahunan, kemungkinan ukurannya hanya 2 cm.

Tak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penis menjadi kurang sensitif dari waktu ke waktu. Hal ini bisa menyebabkan seorang pria sulit untuk mencapai ereksi dan mengalami orgasme.

(vit/vit)