Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Salah Mencukur Rambut Tubuh

Ulasan Khas Rambut Tubuh

Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Salah Mencukur Rambut Tubuh

Zanel Farha Wilda - detikHealth
Rabu, 16 Apr 2014 13:44 WIB
Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Salah Mencukur Rambut Tubuh
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Berbagai alasan yang membuat orang banyak mencukur rambut di tubuhnya, salah satunya alasan kecantikan. Rambut pada alis, ketiak, dan kaki merupakan rambut yang sering dicukur para wanita untuk mempercantik dirinya.

Meski demikian, terkadang upaya mempercantik diri yang dilakukan malah memberikan efek buruk di sekitar rambut tubuh akibat kelalaian atau kesalahan dalam mencukur. Apa saja?

Berikut ini penyakit-penyakit yang dapat muncul akibat kelalaian dalam mencukur bulu tubuh, seperti yang dirangkum detikHealth, Rabu (16/4/2014):

1. Iritasi

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kelalaian manusia dalam menjaga kebersihan alat cukur dapat menyebabkan iritasi di sekitar bulu tubuh yang dicukur. Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, iritasi disebabkan karena kebersihan alat ketika mencukur bulu yang tidak dijaga.

"Ketika mencukur, bisa saja terjadi peradangan kulit akibat adanya bulu yang dicabut. Maka dapat dikatakan bahwa iritasi terjadi karena alat yang digunakan dan cara mencukurnya," tutur dr Gusti.

2. Ruam

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Efek buruk lainnya yang juga dapat muncul adalah ruam. Tidak sedikit orang yang mendapatkan ruam kemerahan sesaat setelah mereka melakukan hal-hal yang berhubungan dengan bulu tubuh. dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, SpKK menuturkan bahwa ruam kemerahan biasanya timbul akibat bahan kimia yang digunakan untuk bulu tubuh.

"Ruam itu kemerahan adalah salah satu gejala alergi yang ditimbulkan oleh bahan kimia, seperti yang sering digunakan pada waxing dan pemasangan (lem) pada bulu mata," ujar dr Laksmi.

3. Gatal-gatal

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Disebutkan oleh dr Gusti, akibat dari iritasi yang terjadi, biasanya rasa gatal pun ikut menyertai. dr Eddy Karta, SpKK juga mengungkapkan hal yang senada. Menurut dr Eddy, gatal-gatal yang ada umumnya bisa terjadi pada pencukuran akibat frekuensi yang sering.

"Jika saat mencukur sering terjadi sayatan terlalu dalam, maka menyebabkan perlindungan kulit rusak sehingga kulit menjadi rentan terhadap iritan dari luar misalnya keringat, sabun, dan pengharum, yang akhirnya memberikan reaksi gatal dan perih," terang dr Eddy.

4. Infeksi Jamur

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
"Infeksi jamur adalah akibat dari iritasi yang telah terjadi. Akibat alat cukur yang tidak bersih, maka bisa saja menyebabkan iritasi hingga menyebabkan luka akibat infeksi jamur," ujar dr Gusti.

Menurut dr Gusti, jika infeksi jamur akibat pencukuran bulu tubuh tersebut sudah berat, maka selanjutnya bisa saja terjadi abses, di mana luka akibat infeksi itu menjadi bernanah.

5. Infeksi Bakteri

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Tidak hanya infeksi jamur, penyakit lainnya yang dapat muncul di sekitar bulu tubuh adalah infeksi bakteri. Menurut dr Eddy, infeksi bakteri umumnya terjadi disaat kulit di sekitar bulu tersebut sudah mengalami mikro trauma dan tidak utuh lagi.

Hal senada diungkapkan oleh Dr Laksmi yang menyatakan bahwa, "Infeksi bakteri bisa terjadi di sekitar bulu karena ada celah sehingga bakteri memungkinkan masuk ke dalam dan bisa menyebabkan penyakit, seperti folikulitis, furunkel, atau abses (bisul yang besar)."
Halaman 2 dari 6
Kelalaian manusia dalam menjaga kebersihan alat cukur dapat menyebabkan iritasi di sekitar bulu tubuh yang dicukur. Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, iritasi disebabkan karena kebersihan alat ketika mencukur bulu yang tidak dijaga.

"Ketika mencukur, bisa saja terjadi peradangan kulit akibat adanya bulu yang dicabut. Maka dapat dikatakan bahwa iritasi terjadi karena alat yang digunakan dan cara mencukurnya," tutur dr Gusti.

Efek buruk lainnya yang juga dapat muncul adalah ruam. Tidak sedikit orang yang mendapatkan ruam kemerahan sesaat setelah mereka melakukan hal-hal yang berhubungan dengan bulu tubuh. dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, SpKK menuturkan bahwa ruam kemerahan biasanya timbul akibat bahan kimia yang digunakan untuk bulu tubuh.

"Ruam itu kemerahan adalah salah satu gejala alergi yang ditimbulkan oleh bahan kimia, seperti yang sering digunakan pada waxing dan pemasangan (lem) pada bulu mata," ujar dr Laksmi.

Disebutkan oleh dr Gusti, akibat dari iritasi yang terjadi, biasanya rasa gatal pun ikut menyertai. dr Eddy Karta, SpKK juga mengungkapkan hal yang senada. Menurut dr Eddy, gatal-gatal yang ada umumnya bisa terjadi pada pencukuran akibat frekuensi yang sering.

"Jika saat mencukur sering terjadi sayatan terlalu dalam, maka menyebabkan perlindungan kulit rusak sehingga kulit menjadi rentan terhadap iritan dari luar misalnya keringat, sabun, dan pengharum, yang akhirnya memberikan reaksi gatal dan perih," terang dr Eddy.

"Infeksi jamur adalah akibat dari iritasi yang telah terjadi. Akibat alat cukur yang tidak bersih, maka bisa saja menyebabkan iritasi hingga menyebabkan luka akibat infeksi jamur," ujar dr Gusti.

Menurut dr Gusti, jika infeksi jamur akibat pencukuran bulu tubuh tersebut sudah berat, maka selanjutnya bisa saja terjadi abses, di mana luka akibat infeksi itu menjadi bernanah.

Tidak hanya infeksi jamur, penyakit lainnya yang dapat muncul di sekitar bulu tubuh adalah infeksi bakteri. Menurut dr Eddy, infeksi bakteri umumnya terjadi disaat kulit di sekitar bulu tersebut sudah mengalami mikro trauma dan tidak utuh lagi.

Hal senada diungkapkan oleh Dr Laksmi yang menyatakan bahwa, "Infeksi bakteri bisa terjadi di sekitar bulu karena ada celah sehingga bakteri memungkinkan masuk ke dalam dan bisa menyebabkan penyakit, seperti folikulitis, furunkel, atau abses (bisul yang besar)."

(vit/vit)

Ulasan Khas Rambut Tubuh
17 Konten
Tubuh manusia, baik pria maupun wanita pasti ditumbui rambut, baik itu tebal ataupun yang tipis. Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu apa fungsi dan kegunaan rambut di tubuh. Simak liputannya berikut ini.
Berita Terkait