Usai Melahirkan Malah Susah Pipis dan BAB, Ini Biang Keladinya

Tetap Sehat Usai Melahirkan

Usai Melahirkan Malah Susah Pipis dan BAB, Ini Biang Keladinya

- detikHealth
Rabu, 07 Mei 2014 12:45 WIB
Usai Melahirkan Malah Susah Pipis dan BAB, Ini Biang Keladinya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - 24 jam pasca persalinan, beberapa ibu kerap mengeluhkan sulitnya berkemih atau buang air besar. Karena menimbulkan ketidaknyamanan, pastinya para ibu bertanya-tanya bagaimana hal ini bisa terjadi?

Kepada detikHealth, Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K) menjelaskan ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ibu-ibu ini susah buang air kecil selepas melahirkan.

"Pertama, tekanan yang menghalangi kandung kemih telah hilang dan hal ini membuat kebutuhan berkemih berkurang. (Selain itu) selama persalinan mungkin saja terjadi tekanan yang melukai kandung kemih sehingga mengakibatkan kelumpuhan sementara," papar Dr Budi seperti ditulis Rabu (7/5/2014).

Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM tersebut juga mengungkapkan obat-obatan atau anestesi yang diberikan kepada ibu untuk mengurangi rasa sakit ketika melahirkan terkadang dapat berakibat pada menurunnya kepekaan kandung kemih. Begitu pula dengan pembengkakan pada area perineal (area antara vulva dan anus).

Kondisi serupa juga berlaku pada rektum atau anus sang ibu, karena terkadang mereka juga susah buang air besar setelah menjalani proses persalinan. Dr Budi mengatakan hilangnya tekanan yang menghalangi rektum bisa membuat kebutuhan buang air besar bagi sang ibu berkurang.

Tekanan yang terjadi selama persalinan dan mungkin melukai rektum juga terkadang bisa mengakibatkan rektum mengalami kelumpuhan, meski hanya untuk sementara. Bahkan obat-obatan atau anestesi yang diberikan pada sang ibu pun bisa mengurangi kepekaan rektum.

"(Selain itu), faktor psikologis seperti kurangnya privasi, malu, takut sakit, dan ketidaknyamanan yang dirasakan sang ibu terkadang membuat mereka kesulitan buang air," imbuh Dr Budi.

Sepakat dengan Dr Budi, Dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG dari Morula Clinic IVF Indonesia menambahkan biang keladi di balik susah buang air kecil dan besar pada ibu baru. Di antaranya retensio urin atau kondisi di mana urin tertahan di dalam kandung kemih akibat proses melahirkan yang cukup lama atau infeksi kandung kemih, yang dipicu oleh tindakan pemasangan kateter pada saat persalinan untuk mengeluarkan urin.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini? "Biasanya dokter akan memonitor pasien selama 24 jam pertama. Jika memang susah pipis atau BAB, biasanya akan diberikan alat bantu untuk melancarkannya. Atau coba diberikan obat untuk membantu agar mudah buang air kecil dan BAB-nya," papar Dr Ivan ketika dihubungi secara terpisah.

Sebagai alternatif, Dr Budi mengungkapkan ada sejumlah cara yang bisa dicoba para ibu yang mengaku susah buang air kecil seusai melahirkan, antara lain:
- Jika keadaan memungkinkan, segera bangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan.
- Minum air dalam jumlah yang cukup.
- Ibu bisa memilih untuk duduk berendam dalam air hangat atau melakukan pendinginan dengan menggunakan bungkusan es.
- Berusaha menghilangkan stres psikologis yang biasanya menghinggapi para ibu selepas melahirkan



(lil/vit)

Berita Terkait