Rabu, 18 Jun 2014 17:00 WIB

Ulasan Khas Papsmear

Sudah Menopause Tetap Dianjurkan Tes Pap Smear

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Papsmear adalah tes yang dilakukan oleh ginekolog pada cervix vagina untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh HPV (human papillomavirus). Ginekolog akan memasukkan alat bernama speculum kedalam vagina dan mengambil sampel sel dari dalam dan luar serviks.

Umumnya tes dilakukan saat umur memasuki usia 21 tahun ke atas atau saat wanita tersebut aktif secara seksual. Seorang wanita yang aktif secara seksual dianjurkan untuk mengikuti tes papsmear minimal setahun sekali untuk mendeteksi adanya sel yang berpotensi menjadi kanker.

Berkaitan dengan hal tersebut, meskipun tes papsmear biasa dilakukan pada wanita muda, dr Hari Nugroho, SpOG, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, mengatakan bahwa seorang wanita yang memasuki masa menopause pun masih harus melakukan tes papsmear.

"Seorang wanita, sudah menopause atau belum, masih perlu dilakukan papsmear hingga usia 65 tahun setiap 3 tahun. Karena risiko terjadinya kanker serviks tidak berhubungan dengan status menopause atau tidak," ujar dr Hari seperti ditulis pada Rabu (18/6/2014).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh dr Gunawan Dwi Prayitno, SpOG(K), dari RS Siloam Jakarta. Menurut dr Gunawan, papsmear masih harus dilakukan setidaknya hingga wanita berumur 60 tahun ke atas.

"Meskipun sudah menopause tetap harus papsmear, karena papsmear kan mengarahnya ke aktif atau tidaknya secara seksual," kata dr Gunawan.

Virus HPV yang menjadi objek utama tes papsmear tersebut dapat ditularkan melalui hubungan intim. Dengan demikian meskipun seorang wanita telah menopause jika ia masih aktif secara seksual, ia masih berkemungkinan terjangkit HPV.

(up/ajg)