Rabu, 18 Jun 2014 19:58 WIB

Ulasan Khas Papsmear

Mau Papsmear? Perhatikan Dulu Ketentuan Berikut Ini

Firdaus Anwar, Ajeng A Kinanti - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Guna mendeteksi adanya kanker serviks, papsmear merupakan salah satu pilihan pemeriksaan yang dilakukan para wanita. Namun tak sembarangan melakukannya. Ada beberapa ketentuan yang patut diperhatikan saat wanita akan melakukan papsmear.

Dikatakan dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo, papsmear sebaiknya tidak dilakukan saat menstruasi sedang banyak-banyaknya. Namun, jika perdarahan mens tak kunjung berhenti, segera temui dokter.

"Mungkin saja dokter akan tetap melakukan pemeriksaan apabila diperlukan. Karena pada prinsipnya adanya darah di sediaan pap smear menyulitkan dokter spesialis patologi anatomi untuk membaca hasil pap smear," tutur dr Hari kepada detikHealth dan ditulis Rabu (18/6/2014).

Selain itu, sebelum pap smear wanita diminta tidak melakukan hubungan badan, menggunakan pembalut dengan bentuk apapun atau obat-obatan vagina paling tidak 2 x 24 jam.

"Jangan pula melakukan douching vagina atau menggunakan alat cuci vagina. Sebenarnya, vaginal douching tidak perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari Anda," imbuh ayah satu anak ini.

Prosedur papsmear pun akan dilakukan menggunakan alat yang steril. Nah, saat Pap Smear dilakukan, mungkin akan ada perasaan sedikit tidak nyaman seperti kram saat mens tetapi lebih ringan serta dan rasa seperti didorong karena dimasukkan alat untuk membuka vagina. Kemudian, akan dilakukan goresan vagina untuk mengambil sel di serviks.

"Setelah dilakukan pap smear pada umumnya tidak ada keluhan jangka panjang, beberapa mengeluh aka nada bercak-bercak darah sedikit yang segera berhenti dalam waktu kurang dari 24 jam," kata dr Hari.

Pernyataan serupa diutarakan dr Gunawan Dwi Prayitno, SpOG(K) dari RSPAD Gatot Soebroto. Menurutnya, efek samping papsmear hampir tidak ada, apalagi jika dilakukan di rumah sakit yang notabene sudah bisa memastikan alat-alat yang digunakan steril.

"Oleh sebab itu steril atau tidaknya alat menjadi faktor yang sangat penting dan harus diutamakan," ujarnya.

(ajg/up)