"Pada saat puasa sebaiknya ibu mengkonsumsi makanan seimbang pada saat sahur dan berbuka serta mengkonsumsi cairan kurang lebih 3 liter, ini dimaksudkan agar ibu tidak merasakan cepat capek dan lemas," saran Yona Shelly S.Gz saat dihubungi detikHealth seperti ditulis pada Kamis (10/7/2014).
Sementara untuk menyiasati aktivitas ibu yang padat, Yona menyarankan untuk mengatur jam istirahat. Saat jam istirahat salat zuhur dan ashar, sebaiknya ibu mengambil waktu sejenak untuk memejamkan mata atau meluruskan kaki. Sepanjang perjalanan menuju tempat kerja pun dapat dimanfaatkan untuk beristirahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mia menyarankan untuk ibu menyusui yang bekerja, ketika berpuasa sebisa mungkin mengurangi aktivitas. Sebab, pasokan ASI bisa menurun saat ibu menyusui dan berpuasa.
"Jika ibu menyusui merasa sangat kelelahan dan tidak kuat, lebih baik tidak berpuasa. Lebih baik jangan menjalani puasa jika tidak terlalu berniat," imbau Mia.
Selain itu, ibu menyusui hendaknya memperhatikan kondisi badan dan asupan gizinya selama berpuasa. Tak lupa, disiplin terhadap diri sendiri serta niat untuk menjalankan puasa adalah hal yang wajib dilakukan ibu.
(rdn/up)











































