Rabu, 17 Sep 2014 12:03 WIB

Ulasan Khas Ereksi Abnormal

Ereksi Terus-menerus Bisa Pengaruhi Fungsi Ginjal? Ini Penjelasannya

M Reza Sulaiman - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock) Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kondisi ereksi pada penis juga bisa terjadi ketika seorang pria menahan kencing. Misalnya pagi hari, pria bisa ereksi akibat kondisi kandung kemih yang penuh. Apakah hal ini berkaitan dengan priapismus alias ereksi terus-menerus?

"Tidak. Keadaan kandung kemih penuh sering menyertai penis yang membesar baik pada anak-anak, ataupun pada dewasa di pagi hari," tutur dr Ayodhia Soebadi, SpU saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (17/9/2014).

Dikatakan dr Yodi, begitu ia akrab disapa, kondisi itu belum dilaporkan mengakibatkan ereksi berkepanjangan sesuai definisi priapismus. Berbicara efek priapismus, adakah pengaruhnya terhadap ginjal?

"Efek priapismus umumnya terbatas pada jaringan ereksi atau korpus kavernosa. Tidak ada hubungannya dengan saluran kemih, ginjal dan lain-lain," lanjut dokter yang praktik dari RSUD Dr Soetomo Surabaya ini.

Pendapat serupa dikemukakan dr Nur Rasyid, SpU dari Divisi Urologi RSCM bahwa priapismus tidak berhubungan dengan fungsi ginjal maupun kandung. Sebab, priapismus disebabkan karena darah di penis terjebak dan tidak mampu mengalir.

Jika tidak segera diobati, priapismus bisa menyebabkan jaringan parut dan disfungsi ereksi permanen. Untuk menyembuhkan priapismus, pertama kali akan diberikan obat pada pasien.

"Kalau obat nggak bisa ya harus masuk ruang operasi. Dicari tersumbatnya di mana, lalu dilancarkan lagi agar penisnya bisa kembali ke keadaan rileks," ucap dr Nur.

(rdn/vta)