Rabu, 08 Okt 2014 16:04 WIB

Serba-serbi si Karet KB

Jarang Terjadi, Tapi Kondom Bisa Saja Tertelan Lho

Ghea Rianti Purnamasari - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Bagaimana kondom bisa tertelan? Insiden semacam ini diduga terjadi pada saat pasangan suami istri melakukan variasi bercinta berupa seks oral. Beruntung kasus kondom tertelan jarang ditemukan.

Seperti yang ditemukan di India ini. Di tahun 2004, Indian Journal of Chest Diseases and Allied Sciences mempublikasikan sebuah kasus langka di mana sekelompok tim dokter menemukan ada seorang pasien wanita yang mengeluh batuk dan demam yang tak kunjung sembuh.

Meskipun sudah diberi antibiotik hingga obat untuk tuberkulosis selama empat bulan, nyatanya wanita yang saat itu berumur 27 tahun tersebut tak jua sembuh.

Belakangan setelah di-rontgen barulah ketahuan bila di dalam di bronkus atau percabangan dari trakea wanita ini ditemukan struktur semacam kantung, yang setelah diangkat ternyata kondom. Dan kondom itu diketahui telah bersarang di tenggorokan si wanita muda selama enam bulan serta sempat menyebabkan gangguan pada bronkusnya, sehingga muncul gejala batuk dan demam.

Kondom itu sendiri diduga terhisap saat dia melakukan oral seks, itu pun tanpa dia sadari.

Namun benarkah menelan kondom dapat menimbulkan gangguan kesehatan? "Kondom tertelan ya ini gak masalah. Kan kalaupun kondom tertelan saat oral seks, dia toh nanti akan keluar lagi dalam bentuk feses," tutur seksolog dr Andri Wanananda, MS kepada detikHealth dan ditulis Rabu (8/10/2014).

Akan tetapi staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta tersebut mengingatkan kondom yang tertelan baru dianggap berbahaya bila sampai masuk ke dalam saluran pernapasan, seperti halnya dialami wanita asal India tadi.

Lantas bagaimana bila pasangan tak sengaja menelan cairan vagina atau sperma satu sama lain saat seks oral? "Cium, kecup miss V bahkan hingga cairan miss V tertelan tidak berbahaya untuk kesehatan, selama kebersihan vagina istri Anda selalu dijaga secara higienis," tegas dr Andri. Begitu juga dengan sperma.

Apalagi dari hasil penelitian Johnson dan Everitt yang dipaparkan dalam bukunya Essential Reproduction (2000), diketahui bahwa sekali ejakulasi, air mani mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen US AKG kalium, tembaga, seng, termasuk beberapa unsur zat gizi seperti vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesim, natrium, dan asam laktat.

Meski begitu, dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd mengatakan menelan sperma bukan berarti tanpa risiko. Bila sperma yang ditelan wanita mengandung bakteri atau terinfeksi penyakit kelamin, maka bisa memicu infeksi, tertular HIV, atau bahkan kanker tenggorokan.

"Yang pasti wanita menelan sperma itu membikin tidak sehat. Kenapa? Karena di dalam sperma itu ada kumannya, ada darah putih, ada kotorannya. Jadi tidak dianjurkan," jelas spesialis andrologi RS Fatmawati tersebut kepada detikHealth ketika dihubungi secara terpisah.




(lil/vit)