Rabu, 08 Okt 2014 16:40 WIB

Serba-serbi si Karet KB

Sering Pakai Kondom, Apa Dampak Psikisnya?

Ghea Rianti Purnamasari - detikHealth
Jakarta -

Bagi pasangan suami istri, berhubungan badan dengan menggunakan kondom kerap memunculkan perasaan risi. Ada pula yang merasa kurang nyaman, kurang puas, karena seperti ada lapisan yang menghalangi kontak seksual.

Perasaan risi bisa muncul karena selain sebagai alat kontrasepsi, kondom juga berfungsi sebagai alat proteksi. Ketika seseorang menggunakan kondom, terkesan orang tersebut khawatir tertular suatu penyakit dari pasangannya. Bisa juga sebaliknya, merasa tidak yakin dengan kesehatan pasangannya.

Sementara itu, perasaan tidak nyaman kerap dikeluhkan pasangan suami istri yang menginginkan kontak seksual secara langsung. Lapisan kondom menghalangi kontak tersebut, dan dianggap mengurangi kenikmatan. Ada yang bilang, bercinta pakai kondom ibarat mandi pakai jas hujan.

Namun demikian, efek-efek psikologis seperti itu seharusnya bisa dihindari. Praktisi kesehatan seksual dari Universitas Tarumanegara, dr Andri Wanananda, menegaskan bahwa kuncinya ada pada komunikasi antar pasangan.

"Penggunaan kondom tidak akan menimbulkan dampak psikis bila pemakaiannya atas kesepakatan bersama suami dan isteri," kata dr Andri saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/10/2014).

Kondom, menurut dr Andri sebaiknya digunakan saat kedua pasangan dalam kondisi bugar. Sehat secara fisik maupun mental, sehingga bebas dari perasaan-perasaan mengganjal. Dibutuhkan pula pemahaman tentang kondom sebagai alat kontrasepsi serta dalam upaya untuk mencapai kenikmatan seksual melalui orgasme.

(up/vit)