Oli Bekas dan Cara Unik Lainnya yang Dipercaya Manjur Sembuhkan Panu

Kulit Belang karena Panu

Oli Bekas dan Cara Unik Lainnya yang Dipercaya Manjur Sembuhkan Panu

Hendika Sekti Pratama - detikHealth
Rabu, 15 Okt 2014 13:32 WIB
Oli Bekas dan Cara Unik Lainnya yang Dipercaya Manjur Sembuhkan Panu
Jakarta - Berbagai jenis obat kulit untuk mengatasi infeksi panu mudah dijumpai di apotek maupun toko obat, bahkan di warung-warung pinggir jalan. Namun demikian, cara-cara tradisional masih banyak digunakan. Manjur atau tidak, wallahu a'lam.

Cara-cara unik yang terkadang tidak masuk akal tetap populer meski ada banyak pilihan obat moderen. Salah satu alasannya, solusi untuk penyakit kulit cenderung sangat personal. Satu cara mungkin cocok untuk seseorang, tapi saat diterapkan pada orang lain belum tentu manjur.

Pesan dokter kulit, pengobatan panu dengan herbal umumnya tidak didukung dengan bukti ilmiah yang cukup. Kepada pasiennya, dokter cenderung lebih merekomendasikan obat-obat antifungi yang lebih terpercaya untuk mengatasi infeksi panu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada evidence based," kata dr Irma Bernadette Simbolon, SpKK dari Divisi Dermatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saat dimintai pendapatnya tentang obat-obat herbal tradisional untuk panu.

Selain menggunakan herbal, berikut ini cara-cara unik yang kadang tidak masuk akal, tetapi masih dipercaya oleh masyarakat bisa menyembuhkan panu. Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (15/10/2014).

1. Belerang

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bongkahan belerang banyak dijual di pasar-pasar tradisional, dengan klaim bisa menyembuhkan beragam penyakit kulit termasuk panu. Cara pakainya sederhana, cukup ditumbuk lalu dicampur bahan lain sebagai perekat. Adonan tersebut dioleskan secara teratur di kulit yang terinfeksi.

Obat-obat moderen sekalipun, sebagian di antaranya menggunakan belerang alias sulfur sebagai bahan aktifnya. Salah satu merk obat kulit legendaris yang menggunakan belerang sebagai bahan aktifnya adalah Salep '88'.

2. Oli bekas

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Terdengar agak ekstrem, tetapi cara ini banyak dipakai di kampung-kampung. Oli bekas dipercaya mengandung logam berat yang membunuh jamur jika dioleskan di permukaan kulit yang terinfeksi. Tentu saja cara ini tidak dianjurkan, sebagian orang menggunakannya hanya untuk mengobati penyakit kulit pada ternak. Misalnya sapi.

Sebagian lagi menggunakan oli bekas hanya sebagai campuran bahan lain, misalnya belerang. Fungsinya sebagai perekat, agar belerang menempel lebih lama di permukaan kulit. Fungsi ini bisa digantikan dengan bahan lain yang lebih aman, misalnya minyak kelapa.

3. Bawang putih

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Meski dikatakan tidak didukung bukti ilmiah yang cukup, bawang putih sebagai obat panu banyak dipakai oleh masyarakat. Salah satu alasannya adalah praktis, karena bahan ini selalu ada di dapur manapun. Cara pakainya pun sederhana, cukup dipotong lalu dioleskan ke kulit yang terinfeksi.

Satu-satunya kerugian adalah bau bawang yang tajam dan menyengat, sehingga tidak cocok dipakai saat hendak bepergian.

4. Belimbing wuluh

Sering dipakai sebagai bumbu masakan, belimbing wuluh juga dipercaya manjur mengatasi panu. Caranya cukup mudah, cukup dilumatkan bersama-sama dengan air kapur sirih, lalu adonannya dioleskan secara teratur, 2 kali sehari sampai bercak putih menghilang.

5. Rendaman dauh sirih

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Daun sirih sejak lama dikenal mengandung antiseptik alami, mampu membasmi mikroorganisme yang merugikan tubuh. Di permukaan kulit, air rendaman daun sirih bisa menjaga pertumbuhan jamur agar tetap terkendali. Sebagai obat untuk menyembuhkan panu mungkin tidak terlalu manjur, tetapi sebagai pencegahan banyak yang menggunakan air rendaman daun sirih untuk mandi.
Halaman 2 dari 6
Bongkahan belerang banyak dijual di pasar-pasar tradisional, dengan klaim bisa menyembuhkan beragam penyakit kulit termasuk panu. Cara pakainya sederhana, cukup ditumbuk lalu dicampur bahan lain sebagai perekat. Adonan tersebut dioleskan secara teratur di kulit yang terinfeksi.

Obat-obat moderen sekalipun, sebagian di antaranya menggunakan belerang alias sulfur sebagai bahan aktifnya. Salah satu merk obat kulit legendaris yang menggunakan belerang sebagai bahan aktifnya adalah Salep '88'.

Terdengar agak ekstrem, tetapi cara ini banyak dipakai di kampung-kampung. Oli bekas dipercaya mengandung logam berat yang membunuh jamur jika dioleskan di permukaan kulit yang terinfeksi. Tentu saja cara ini tidak dianjurkan, sebagian orang menggunakannya hanya untuk mengobati penyakit kulit pada ternak. Misalnya sapi.

Sebagian lagi menggunakan oli bekas hanya sebagai campuran bahan lain, misalnya belerang. Fungsinya sebagai perekat, agar belerang menempel lebih lama di permukaan kulit. Fungsi ini bisa digantikan dengan bahan lain yang lebih aman, misalnya minyak kelapa.

Meski dikatakan tidak didukung bukti ilmiah yang cukup, bawang putih sebagai obat panu banyak dipakai oleh masyarakat. Salah satu alasannya adalah praktis, karena bahan ini selalu ada di dapur manapun. Cara pakainya pun sederhana, cukup dipotong lalu dioleskan ke kulit yang terinfeksi.

Satu-satunya kerugian adalah bau bawang yang tajam dan menyengat, sehingga tidak cocok dipakai saat hendak bepergian.

Sering dipakai sebagai bumbu masakan, belimbing wuluh juga dipercaya manjur mengatasi panu. Caranya cukup mudah, cukup dilumatkan bersama-sama dengan air kapur sirih, lalu adonannya dioleskan secara teratur, 2 kali sehari sampai bercak putih menghilang.

Daun sirih sejak lama dikenal mengandung antiseptik alami, mampu membasmi mikroorganisme yang merugikan tubuh. Di permukaan kulit, air rendaman daun sirih bisa menjaga pertumbuhan jamur agar tetap terkendali. Sebagai obat untuk menyembuhkan panu mungkin tidak terlalu manjur, tetapi sebagai pencegahan banyak yang menggunakan air rendaman daun sirih untuk mandi.

(up/vit)

Kulit Belang karena Panu
14 Konten
Panu adalah salah satu masalah kulit yang menjengkelkan dan bikin malu. Simak penyebab dan cara mengatasinya!
Berita Terkait