Rabu, 19 Nov 2014 10:04 WIB

Kontroversi Rokok Elektrik

Seperti Apa Dampak Rokok Elektrik Bagi Kesehatan? Ini Kata Dokter Paru

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Dibandingkan rokok tembakau, rokok elektrik memang tidak mengeluarkan asap. Namun demikian, dokter paru mengingatkan bahwa rokok elektrik tidak benar-benar aman. Bisa jadi, dampak buruknya baru muncul belakangan.

Prof Dr dr Faisal Yunus, SpP(K) dari RS Paru Persahabatan mengakui dampak buruk rokok elektrik memang belum bisa dipastikan. Bukan lantaran tidak pernah diteliti, melainkan memang belum ada hasil karena baru akan kelihatan 10 hingga 20 tahun kemudian.

"Ada dampak akut, ada dampak kronis. Orang ngerokok biasa itu mungkin bisa kita lihat dampak akut langsungnya kalau ada asma. Nah untuk dampak kronisnya seperti penyakit kanker perlu bertahun-tahun baru terlihat," kata dr Faisal saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (19/11/2014).

"Sama seperti kalau kita tanya, Presiden Jokowi sekarang sudah bisa dinilai sukses belum? Ya tentu tidak bisa karena masih baru," jelas dr Faisal.

Diberitakan detikHealth sebelumnya, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa rokok elektrik juga bisa memicu kecanduan nikotin. Pernah pula dilaporkan, keracunan nikotin akut dari rokok elektrik memicu kematian pada anak.

Meski tidak menghasilkan asap, bukan berarti rokok elektrik aman bagi orang lain di sekitar pemakainya. Menurut Prof Tjandra, uap nikotin dari rokok elektrik tetap mengandung partikel halus nikotin dan bahan berbahaya lainnya, yang bisa terhirup oleh perokok pasif.

Di kalangan dokter, rokok elektrik disebut-sebut memberikan 'rasa aman semu'. Hanya karena tidak mengeluarkan asap, alat ini dianggap aman dan akhirnya mendorong pemakaian secara berlebihan. Sebagai sarana untuk berhenti merokok tembakau pun, efektivitasnya hingga kini masih dipertanyakan.

(up/up)
News Feed