Mag seringkali menjadi faktor yang mengakibatkan seseorang terpaksa membatalkan puasanya di bulan suci Ramadan karena terjadinya peningkatan asam lambung yang tak terduga. Itulah mengapa kadangkala pasien mag disarankan untuk tidak puasa terlebih dahulu.
Namun dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM, konsultan kesehatan saluran cerna dari RS Cipto Mangunkusumo justru menganjurkan agar orang dengan sakit mag berpuasa.
"Penyebab mag itu 70 persen adalah faktor fungsional, seperti tidak teraturnya makan. Tapi dengan berpuasa, pasien mag hidup lebih teratur, disiplin, udah pasti makan dua kali sehari, tidak makan camilan sepanjang hari dan tidak merokok," katanya kepada detikHealth dan ditulis Rabu (1/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 2 Gangguan Kesehatan Ini Rentan Bikin Orang Batal Puasa di Awal Ramadan
Namun sedikit berbeda dengan pernyataan dr Ari, ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengungkapkan, pasien mag diperbolehkan puasa atau tidak, itu tergantung kepada pemeriksaan medisnya. Baginya, bila mag-nya sudah disertai inflamasi (peradangan) sehingga ada luka pada dinding lambung, maka mereka tidak dianjurkan untuk berpuasa.
Lain halnya jika belum sampai terjadi peradangan atau baru sebatas iritasi saja, puasa justru dianggap memberi efek menyembuhkan bagi pasien mag. "Prosesnya jadi kan ketika infeksi lambung, infeksi akan diperberat jika saat makan tidak teratur. Tapi saat puasa, jam makan sebulan itu jam makan teratur ritmenya, itu membuat lambung bisa memperbaiki diri, dan tahu kapan produksi asam lambung dan tidak," terangnya saat dihubungi terpisah.
Kedua, faktor yang memicu asam lambung menurut Rita adalah stres. Namun saat puasa, kondisi stres justru menurun karena waktu yang dihabiskan untuk beribadah, sehingga terjadi proses penyembuhan.
"Yang penting, ikuti kaidah pemilihan jenis dan jumlah makanan, ini akan membantu menetralkan produksi asam lambung, serta memberi kesempatan mukosa lambung untuk memperbaiki dirinya," tandas staf pengajar Politeknik Kesehatan II Jakarta tersebut.
dr Ari menambahkan, hindari makanan maupun minuman yang bisa merangsang produksi asam lambung seperti makanan asam, pedas, cokelat, keju, makanan berlemak, kopi dan soda. "Minum obat 30 menit sebelum sahur dan saat berbuka untuk menekan asam lambung," sarannya.
Baca juga: Punya Sakit Mag Tapi Ingin Lancar Berpuasa? Bisa, Begini Caranya
Agar kondisi lambung tetap normal selepas bulan puasa, Rita menganjurkan agar penderita mag tetap menjalankan prinsip pola makan teratur, mengingat sewaktu-waktu kondisi ini bisa kambuh begitu saja. "Setidaknya makan tiap tiga jam, karena makanan bertahan di lambung selama tiga jam. Kalau sudah tiga jam kan kosong, padahal asam lambung diproduksi terus. tapi makanan tidak ada," tutup Rita.
(lil/vta)











































