ADVERTISEMENT

Rabu, 19 Agu 2015 10:00 WIB

Kaki Gelisah Bikin Resah

Perhatikan, Orang-orang Ini Rentan Mengalami Sindrom Kaki Gelisah

Sapta Agung Pratama, Kirana Aisyah - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS) kerap kali bikin resah lantaran cukup mengganggu. Nah, siapa saja yang rentan mengalami sindrom satu ini?

"Semua usia tanpa terkecuali bisa mengalami. RLS ini sangat berhubungan dengan proses penuaan. Kalau orang menderita RLS makin tua, gejalanya makin hebat," jelas dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS dari RS Bethsaida Tangerang, saat berdiskusi dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (19/8/2015).

Menurut dr Ryu, demikian dia akrab disapa, hal ini dikarenakan makin tua kemampuan sel otaknya berkurang. Sebab movement disorder disebabkan karena gangguan di otak. Semakin tua seseorang, maka terjadi penurunan fungsi otak, sehingga sindrom kaki gelisah semakin mungkin dialami.

Baca juga: Ketika Kaki Gelisah, Inginnya Selalu Bergerak

"Kalau pada anak-anak sudah menderita RLS, makin dini munculnya kemungkinan semakin bertambah umur, akan semakin berat. Karena berhubungan dengan proses penuaan itu," sambungnya.

Meski semua orang bisa mengalami sindrom ini, namun pada penelitian di Amerika, perempuan lebih banyak dilaporkan mengalaminya. "Hal ini bisa disebabkan karena pemicu-pemicu yang menyebabkan sindrom kaki gelisah lebih sering terjadi pada perempuan, seperti beberapa penyakit, stres, dan lain-lain," sambung dr Ryu.

Perempuan hamil terkadang juga mengalami sindrom kaki gelisah. Menurut dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT, dari RS Medistra Jakarta hal itu dikarenakan saat sedang hamil hormon tubuh seorang perempuan banyak yang berubah. Senada dengan dr Rimawati, dr Ryu mengamini kadar hormon bisa menjadikan gejala sindrom kaki gelisah pada ibu hamil.

Namun dijelaskan dr Andreas Prasadja, RPSGT, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran saat ini sudah jarang ibu hamil yang melaporkan mengalami sindrom ini. "Karena bisanya dokter sudah meresepkan asam folat dan zat besi, meskipun kadang kala masih ditemukan pada ibu hamil," ucap dr Andreas.

Tapi menurut dr Ryu, peresepan asam folat lebih berpengaruh pada kesehatan janin yang dikandung. "Karena pada ibu-ibu yang menderita kekurangan asam folat akan berefek pada janinnya. Hubungan antara RLS dengan asam folat tidak terlalu signifikan," tambah dr Ryu.

Baca juga: Yuk Kenali Gejala-gejala Sindrom Kaki Gelisah


(vit/ajg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT