Sekali lagi, Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI), dr Kristiantini Dewi, SpA, menegaskan ketika seorang anak dikatakan mengalami disleksia, bukan berarti ia harus diobati agar bisa sembuh seperti ketika dihadapkan pada penyakit umumnya.
"Dia itu kondisi yang akan menetap sampai dewasa karena genetik kan. Tetapi setelah kita intervensi, mereka bisa jadi orang outstanding yang diharapkan," paparnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bertambah besar dia mungkin gak tahu bagaimana bicara sama teman-teman. Temannya bosan atau marah, dia gak bisa menyadari kalau itu mungkin karena omongannya," ungkap dr Tian.
Anak dengan disleksia juga akan semakin bersikap seperti acuh tak acuh dan tidak sensitif pada teman-temannya, sehingga kemungkinan besar dia akan ditinggal oleh teman-temannya.
Namun yang tak kalah penting, anak yang dibiarkan tumbuh dengan disleksia juga tak mampu berbicara dengan lancar atau cenderung terbata-bata. Meskipun bisa membaca, tetapi tingkat pemahamannya juga rendah mengingat teknik membacanya yang berbeda dari orang kebanyakan.
"Komprehensinya, kosa katanya lebih sedikit. Lama-lama kalau jadi mahasiswa atau bekerja tetap susah membuat laporan. Apalagi jadi jurnalis, mungkin (sekolah) S3 juga enggak selesai-selesai," urainya.
Baca juga: Meski Membaik, Kesadaran Akan Disleksia di Indonesia Masih Memprihatinkan
Bahkan menurut dr Tian bukan tidak mungkin bila orang-orang di sekitar kita sendiri ada yang mengidap disleksia dan tidak tertangani sejak dini. "Kalau ada orang dewasa yang pandai bercerita tetapi dia tak bisa menuliskannya, bisa jadi dia mengalami disleksia. Mungkin di antara teman-teman kita ada yang seperti ini?" tanya dr Tian.
dr Tian menambahkan, di Indonesia sendiri, anak dengan disleksia diperkirakan berjumlah 10 persen, walaupun belum ada penelitian resmi yang pernah dilakukan untuk mengetahui hal ini. Namun dengan besarnya presentase tersebut, disleksia kiranya tidak dapat disepelekan lagi.
"Bayangin kalau satu kelas ada 40 anak, berarti ada 4 anak yang disleksia. Itu kan cukup lumayan yah," pungkasnya.
Baca juga: Kenali Disleksia, Kelainan yang Membuat Anak Lambat Belajar (lll/up)











































