ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Nov 2015 12:04 WIB

Anak Sakit karena Kangen

Dokter: Anak Sakit Perut di Bawah Pusar, Itu karena Psikis Lho

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di usianya yang masih belia, anak kesulitan untuk memahami apa yang ia rasakan, apalagi jika diminta mengutarakannya. Akan tetapi anak bisa tiba-tiba jatuh sakit saat ditinggal ayah atau bunda dinas keluar kota.

Benarkah anak bisa stres karena kangen seseorang? Menanggapi hal ini, dr Wiyarni Pambudhi, SpA, ICBLC, menyebut prinsipnya sama seperti orang dewasa yang bisa jatuh sakit akibat stres.

"Ada psikosomatis disorder di mana gangguan pada psikis bermanifestasi pada gangguan fisik. Apalagi pada anak yang di bawah tiga tahun, dia kan belum bisa mengeluh," terangnya kepada detikHealth dan ditulis Rabu (4/11/2015).

Lagipula stres, tambah dr Wiyarni, memang mempengaruhi sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang sehingga dapat memicu terjadinya penurunan ketahanan fisik.

Di sinilah dr Wiyarni atau yang lebih akrab disapa dr Wi mengungkapkan pentingnya kepekaan orang tua terhadap anak. Orang tua harus tahu betul kebiasaan si anak sehingga ketika ia tiba-tiba menolak untuk bermain atau tidak ceria seperti biasanya, orang tua langsung tahu ada yang salah.

"Nggak ceria setelah ditinggal papanya dinas luar kota atau mbaknya pulang kampung, misal, ibu bisa lebih dulu menanyakan bagaimana perasaan anak, karena tadi, anak umumnya belum bisa menceritakan apa yang dia rasakan," jelasnya.

Baca juga: Anak Kangen Sampai Sakit Tak Hanya pada Orang Tuanya Saja Lho

Untuk mengantisipasi hal ini, dr Wi memberikan warning bila anak mulai sering mengeluh sakit perut, terutama di daerah di bawah pusar identik dengan ketidaknyamanan psikis yang dirasakan anak.
 
Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah demam. "Kalau sampai demam, memang kan kebutuhan cairan anak itu lebih tinggi ya dari orang dewasa, jadi saat dia sedih ditinggal papanya kerja, anak jadi malas makan, malas minum sehingga efek kepada timbulnya demam," urainya.

Namun dr Wi mengingatkan tidak semua anak yang memperlihatkan gejala sakit perut dan demam tidak bisa serta-merta diartikan mengalami ketidaknyamanan psikis.

"Tapi kalau dia tadi malas minum, sering main untuk mengalihkan perhatian, ya bisa saja demamnya timbulnya dari situ," imbuhnya.

Senada dengan dr Wi, psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, M.Psi, dari RaQQi - Human Development & Learning Centre menegaskan ketika anak kehilangan sosok yang dekat dengannya, apalagi dalam waktu yang cukup lama, maka ini akan membuat kondisi psikisnya menjadi kurang nyaman.

Hal ini bisa terlihat dari perubahan perilaku pada anak seperti tidak ceria seperti biasanya, cenderung menarik diri, murung, suka marah-marah, bahkan sampai kepada jatuh sakit, seperti demam.

"Sama aja kayak orang dewasa, lagi putus cinta terus males kan ngapa-ngapain. Anak juga bisa merasakan kayak gitu," jelasnya dalam kesempatan terpisah.

Baca juga: Saat Anak Sakit karena si 'Mbak' Pulang Kampung
(lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT