ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Nov 2015 13:08 WIB

Anak Sakit karena Kangen

Anak Sakit karena Ada Faktor Psikis, Bisakah Dibedakan?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock/IPGGutenbergUKLtd
Jakarta - Anak tak melulu jatuh sakit karena sesuatu yang mencederai fisiknya. Sama halnya seperti orang dewasa, anak pun bisa sakit akibat faktor psikis, seperti stres, kesepian atau kangen pada ayah dan bunda yang tinggal berjauhan.

Bedanya, anak cenderung belum bisa mengungkapkan dengan gamblang apa yang ada di pikirannya. Lantas apakah sakit karena faktor fisik dan psikis ini dapat dibedakan?

Menurut psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi. dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, anak yang sakit fisiknya hanya dapat dipastikan oleh dokter. "Tapi kalau sudah ke dokter dan harusnya sudah baikan, mungkin perlu dilihat lagi," paparnya kepada detikHealth dan ditulis Rabu (4/11/2015).

Ratih menambahkan bila anak terlihat berubah seperti menjadi pendiam, lebih sering muram dan menangis, itu bisa jadi penanda bahwa anak mungkin sedang 'banyak pikiran'.

Baca juga: Saat Anak Sakit karena si 'Mbak' Pulang Kampung

Ditemui dalam kesempatan terpisah, dr Wiyarni Pambudhi, SpA, IBCLC mengungkapkan secara garis besar tidak ada gejala khusus yang dialami anak ketika ia mengalami gangguan pada psikisnya.

Untuk itu, tugas dokter anak tidak semata melihat riwayat penyakit fisik anak dan gejalanya saja. "Kuncinya ada di saat kita menangani. Pastinya kita juga harus tahu bagaimana hubungan anak dengan ortu, mbaknya, atau anggota keluarganya yang dekat," jelasnya dalam kesempatan terpisah.

Namun sependapat dengan Ratih, dokter yang akrab disapa dr Wi itu mengakui jika dari pemeriksaan fisik tidak ada kelainan atau indikasi apapun, akan tetapi si anak jatuh sakit, kemungkinan besar kondisinya itu berkaitan dengan masalah psikis.

"Apalagi kalau memang sudah kita beri obat dan harusnya sudah membaik dalam beberapa hari, tapi kok nggak membaik ya, mungkin diagnosisnya ada yang missed," urainya.

Pada anak yang sudah bisa bicara atau di atas tiga tahun, pemeriksaan mungkin akan lebih mudah karena anak bisa ditanyai atau dipancing agar mengutarakan sesuatu.

Namun pada anak yang belum bisa bicara atau memang pendiam, ketidaknyamanan psikis memang harus digali dari pemeriksaan mendalam. "Kita perlu sekali mendalami di awal si anak sakitnya ini seperti apa," tutupnya.

Baca juga: Dokter: Anak Sakit Perut di Bawah Pusar, Itu karena Psikis Lho

(lll/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT