Suami dan istri yang tinggal terpisah tentu punya tantangan untuk menyiasati jarak yang membentang. Mereka perlu menyiasati agar tetap harmonis, bisa menjalin komunikasi dengan baik, termasuk agar gairah di ranjangnya tetap membara.
"Bisa disiasati dengan janjian. Seperti contohnya janjian di bandara dan mencari hotel-hotel melati gitu agar dapat melakukan hubungan seks," ucap psikolog Ratih Ibrahim memberikan tips dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/11/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan terpisah, dr Andri SpKJ dari Psychosomatic Clinic, Omni Hospital Alam Sutera, mengatakan jika suami istri masih baik-baik saja meskipun jarak membentang, tentu tidak masalah. Lain halnya jika salah satu atau keduanya mulai merasa berat menjalaninya.
"Kalau suami istri ada jarak karena tinggal di tempat berbeda, bila tidak ada masalah maka tidak apa-apa. Tetapi kalau ada masalah ya mulailah untuk mencari solusinya yang enak gimana," saran dr Andri.
Meskipun tinggal terpisah dan tidak bisa bercinta sesering pasangan lainnya, namun bukan berarti libido seseorang akan serta-merta turun atau rendah saat bersama pasangannya. Menurut dr Nugroho Setiawan, SpAnd, keuntungan menahan hasrat bercinta saat suami dan istri berjauhan adalah keduanya mendapatkan sesi bercinta yang menggairahkan. Sebab hasrat yang ditahan biasanya akan
terluapkan ketika dilampiaskan.
dr Andri Wanananda MS dalam sesi konsultasi seksologi detikHealth menyebut sangat dimaklumi jika ada pasangan, utamanya pengantin baru, yang hasrat seksualnya menggelegak namun tidak bisa sering bercinta karena suami-istri terpisah jarak. "Paling praktis adalah melakukan masturbasi dengan pemicu 'fantasi seksual tengah senggama dengan istri'. Cara lain untuk menyalurkan 'energi seksual' adalah kegiatan olahraga (aerobic physical exercise)," terangnya.
Baca juga: Seks Terjadwal Efektif Atasi Libido Rendah?
(vit/up)











































