Rabu, 16 Des 2015 10:07 WIB

Medsos dan Kesehatan Jiwa

Ingin Cari Perhatian, Pendorong Bertebarannya Pesan Galau di Media Sosial

Radian Nyi Sukmasari, Sharon Natalia - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - "KAM******," umpat salah satu pengguna media sosial (medsos) Facebook bernama Yustriko ketika foto editannya diupload sebagai guyonan oleh sang teman. Tentu ia tak betul-betul marah namun apa yang terjadi pada Yustriko ini adalah cerminan dari fenomena banyaknya konten-konten 'galau' di medsos.

Status lajang kerap menjadi topik pembicaraan dan banyak orang mengunggah foto atau gambar yang menyinggung hal tersebut, mulai dari yang berisi pesan sedih sampai ke hal lucu. Beberapa bahkan ada yang mencitrakan dirinya sebagai sosok yang tercampakkan dari dunia perjodohan.

Dilihat dari kacamata psikologis apa sebenarnya yang mendorong hal ini sehingga begitu populer di media sosial?

Pengasuh rubrik konsultasi detikHealth Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd menjelaskan bahwa pada intinya perhatian adalah apa yang dicari oleh orang-orang. Pesan-pesan galau dipakai untuk mengekspreksikan rasa kesepian sehingga menarik respon dari pengguna lainnya.

Baca juga: Bisakah Mengenali Gangguan Kejiwaan dari Perilaku di Medsos?

"Prinsipnya sama, dia mencari perhatian. Dia merasa kesepian, kalau galau kan ada yang comment ya jadi ada yang perhatian," kata Rosdiana kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (16/12/2015).

Terkait hal tersebut Rosdiana mengatakan kadang ada juga yang sekedar menyebarkan pesan karena lucu. Untuk itu bagaimana mengetahui apakah seseorang benar-benar galau atau sekedar becanda maka harus tahu betul secara personal tak bisa hanya dilihat dari media sosialnya saja.

Namun ketika memang benar orang tersebut sedang galau, dr Azimatul Karimah, SpKJ, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan maka langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah memberikan pendampingan. Cukup menemani dan mendengarkan ceritanya bisa cukup membantu.

"Kalau dia merasa kesepian, jadilah temannya, temani dia supaya dia ngga kesepian. Ketika dia merasa sedih, hiburlah," pungkas dr Azimatul.

Baca juga: Alasan Narsis di Medsos: Merasa Insecure Hingga Butuh Pengakuan (fds/up)