Rabu, 20 Apr 2016 19:01 WIB

Ayo Lawan Diabetes

Cerita Pembaca detikHealth Soal Bagaimana Diabetes Mengubah Hidup Mereka

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Topik Hangat Ayo Lawan Diabetes
Jakarta - Diabetes melitus atau kencing manis merupakan penyakit tidak menular yang berbahaya. Risiko kecacatan hingga kematian mengintai jika terserang penyakit ini.

Tak sedikit orang yang akhirnya mengubah gaya hidupnya setelah mengalami atau melihat sendiri separah apa penyakit diabetes sebenarnya. Amar (41) misalnya, sangat takut terserang diabetes karena melihat kaki ayahnya yang diamputasi.

"Kaki ayah saya diamputasi tahun 2001. Beliau saat itu sudah komplikasi parah karena gangren di kaki kiri. Mau tidak mau, akhirnya diamputasi supaya tidak menyebar ke bagian tubuh lain," ungkap Amar kepada detikHealth.

Baca juga: Ingin Sukses Kontrol Gula Darah? Jangan Ragu Libatkan Keluarga

Mengetahui dirinya memiliki risiko diabetes, Amar pun mengubah gaya hidup. Jika dahulu ia senang jajan es campur dan es cendol, kini ia mulai menggantinya dengan jus atau smoothies buah dan sayuran.

Sedikit berbeda dengan Amar, pembaca detikHeath lainnya, Heru Sadmiko memiliki ibu yang mengidap diabetes. Oleh karena itu, Heru sudah melakukan gaya hidup sehat sejak remaja hingga saat ini.

"Dari remaja hingga saat ini usia saya 40 tahun saya merasakan tubuh saya baik baik saya dan dalam setiap bulan sekali saya cek gula darah puasa dibawah 100," tuturnya.

Jika Amar dan Heru mengubah gaya hidup untuk mencegah terserang diabetes, Ehsan Mohammad memiliki pengalaman lain. Ehsan sempat masuk rumah sakit gara-gara gula darahnya berada di atas 500 mg/dl.

"Pertama masuk rumah sakit tahun 2009. Saya merasa lemas dan hampir pingsan akhirnya dilarikan ke klinik. Diperiksa di klinik gula darahnya 480. Langsung di bawa ke rumah sakit. Di sana periksa lagi sudah di atas 500," tutur Ehsan mengawali cerita.

Dokter mengatakan Ehsan termasuk beruntung. Jika terlambat mendapat penanganan sebentar saja, Ehsan bisa jatuh koma dan berisiko meninggal dunia akibat kegagalan organ.

Setelah dirawat selama 10 hari di rumah sakit, Ehsan akhirnya mengubah gaya hidupnya. Kebiasaan jelek seperti merokok dan jajan sembarangan mulai dikurangi. Ia juga bergabung dengan klub senam aerobik untuk melakukan aktivitas fisik.

"Karena saya lihat betapa mahalnya ketika sakit. Melihat ekspresi keluarga saya, istri dan anak-anak saya, jadi ada tekad untuk sembuh dan hidup sehat. Sampai saat ini alhamdulillah tidak pernah masuk rumah sakit lagi," tuturnya.

Baca juga: Kena Diabetes Saat Hamil, Linda Kontrol Gula Darah dengan Senam

(mrs/rdn)
Topik Hangat Ayo Lawan Diabetes
News Feed