Rabu, 08 Jun 2016 10:01 WIB

Buka Puasa Sehat

Waspada, Kebanyakan Minum Es Saat Berbuka Bisa Picu Nyeri Perut

Muhamad Reza Sulaiman, Martha HD - detikHealth
Foto: Thinkstock
Topik Hangat Buka Puasa Sehat
Jakarta - Bagi penyuka minuman es, berbuka puasa tidak lengkap jika belum meminum es sirup, es timun sari atau es kolak. Padahal menurut pakar, minum es saat berbuka bisa memicu nyeri perut.

dr David Fadjar Putra, MS, SpGK dari RS Pondok Indah-Pondok Indah, mengatakan puasa membuat perut dan lambung kosong selama lebih dari 12 jam. Jika tiba-tiba diisi dengan minuman es yang dingin, perut akan mengalami kontraksi mendadak.

"Karena perut sudah kosong selama 12 jam lebih tiba-tiba dikasih air dingin tiba-tiba, perut akan berkontraksi. Akibatnya perut jadi begah, perih, atau bahkan bisa menyebabkan mag," tutur dr David, dalam perbincangan dengan detikHealth, baru-baru ini.

Baca juga: Minuman yang Baik untuk Berbuka Puasa

Lebih lanjut, dr AR Inge Permadhi, MS, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, menjelaskan perubahan pola makan di bulan puasa dari tiga kali sehari menjadi dua kali membuat perut harus beradaptasi. Saat perut kosong, pembuluh darah yang ada di perut biasanya melebar dan akan tiba-tiba menyempit ketika terkena air dingin.

Hal inilah yang menyebabkan perut terasa nyeri atau perih. Tak hanya itu, minuman es dingin juga bisa membuat perut terasa kembung atau begah.

"Minuman dingin itu memiliki sifat yang mengenyangkan apalagi dikonsumsi dengan minuman dingin yang manis sehingga membuat perut terasa mengenyangkan bahkan menjadi begah," urainya.

Dr dr Saptawati Badorsono, MSc, menyarankan jika memang ingin meminum minuman es atau minuman dingin, sebaiknya dilakukan minimal setengah jam setelah berbuka. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa begah dan nyeri yang muncul akibat peregangan lambung secara tiba-tiba.

"Setelah kosong selama beberapa jam, maka lambung perlu diisi makanan dan minuman secara bertahap agar tidak menimbulkan peregangan dinding lambung secara mendadak. Selain itu Suhu makanan dan minuman juga tidak boleh terlalu ekstrem dingin karena selama puasa akan terjadi peningkatan suhu dalam tubuh akibat berkurangnya cairan tubuh," jelasnya.

Baca juga: Meski Enak, Gorengan Bukan Menu Buka Puasa yang Sehat dan Ideal (mrs/vit)
Topik Hangat Buka Puasa Sehat