Rabu, 08 Jun 2016 11:04 WIB

Buka Puasa Sehat

Maunya Kenyang, Langsung Makan Nasi Ketika Buka Puasa Malah Begah

Martha HD - detikHealth
Foto: thinkstock
Topik Hangat Buka Puasa Sehat
Jakarta - Tidak semua orang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman saja setelah berbuka puasa. Ada yang langsung makan besar atau makan nasi dengan lauk lengkap dan sayur untuk menuntaskan laparnya.

Padahal dr David Fadjar Putra, MS, SpGK dari RS Pondok Indah-Pondok Indah mengatakan ini tidak dianjurkan. "Karena kan perut sudah lebih dari 12 jam tidak dapat asupan makanan. Lebih baik makanan ringan dulu," katanya kepada detikHealth baru-baru ini.

Ia menambahkan, ketika seseorang bersikeras untuk makan makanan dalam porsi besar saat berbuka, maka dikhawatirkan perut akan berisiko mengalami begah, mual bahkan sakit perut, sebab perut masih dalam proses adaptasi.

Baca juga: Meski Enak, Gorengan Bukan Menu Buka Puasa yang Sehat dan Ideal

Pada kesempatan lain, dr Nurul Ratna Manikam, SpGK dari RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan, makan besar, apalagi ditambah lauk berbumbu tajam dapat memicu asam lambung naik secara tiba-tiba.

"Makan bertahap, jangan langsung dalam porsi besar. Hindari makanan berbumbu tajam (pedas, asam), santan kental, buah yang mengeluarkan gas (mangga terlalu ranum, nangka, durian) dan serat kasar (kubis, batang sayur)," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Menurut koleganya, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, kondisi semacam ini terjadi karena saat buka puasa, tubuh perlu waktu untuk memasukkan makanan dan minuman secara bertahap.

Namun praktisi gizi yang akrab disapa dr Tati itu menegaskan, kebiasaan ini sebenarnya tidak akan menimbulkan sembelit jika memang asupan cairan serta serat dari sayur dan buahnya pun mencukupi.

"Ada baiknya kita warming up dulu dengan minum air hangat atau teh manis hangat, minum pun harus secara perlahan dan sedikit-sedikit. Makanlah yang ringan terlebih dahulu seperti kurma dan buah-buahan," saran dr David.

Meski demikian, bila memang yang bersangkutan tidak mengalami masalah dengan perut ataupun pencernaannya, makan besar juga tidak jadi soal. Demikian diungkap dr AR Inge Permadhi, MS, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo.

"Tetapi lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan takjil saja dulu," sarannya.

Baca juga: Buka Puasa dengan Kurma dan Teh Manis, Sehatkah?


(lll/vit)
Topik Hangat Buka Puasa Sehat