Surya Sahetapy Sampai Amerika Serikat Demi Memajukan Tunarungu

ADVERTISEMENT

Semangat dalam Keterbatasan

Surya Sahetapy Sampai Amerika Serikat Demi Memajukan Tunarungu

Martha HD - detikHealth
Kamis, 30 Jun 2016 13:01 WIB
Foto: Instagram Surya Sahetapy
Jakarta - Panji Surya Putra atau Surya Sahetapy (22) lahir dengan kondisi tidak bisa mendengar. Namun kondisi ini tak membuatnya patas semangat. Dia justru menunjukkan dirinya bisa melakukan aneka hal seperti yang dilakukan orang-orang berpendengaran sempurna.

Salah satu prestasi Surya adalah lolos pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Ya, saat ini ia merupakan delegasi dari Indonesia yang berangkat ke Amerika Serikat untuk mempelajari situasi komunitas tuli dan disabilitas di Negara Paman Sam itu.

Baca juga: Ini Eka, Penyandang Tunanetra yang Serba Bisa

"Saya mengikuti program pertukaran pelajar melalui seleksi seperti membuat esai dan mengikuti interview. Pada proses seleksi tersebut, saya menunjukkan passion dalam memajukan komunitas tuli untuk mengakses semua segala hidup seperti akses bahasa isyarat, pendidikan dan kehidupan," tutur Surya saat dihubungi oleh detikHealth beberapa waktu lalu.

Menurut Surya, program yang didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia dan Lembaga Dr Mason Global ini memberikan pengalaman serta ilmu yang tak ternilai untuknya. Selain itu, Surya juga mendapatkan jaringan dan berkesempatan mempelajari budaya kerja keras yang patut ditiru.

"Rencana saya setelah mengikuti program ini adalah mempersiapkan perkemahan nasional tuli serta mengupayakan untuk mengadakan kegiatan atau program untuk memberdayakan komunitas tuli di tingkat lokal," tutur putra dari aktor Ray Sahetapy dan Dewi Yull ini.

Selain mengikuti pertukaran pelajar, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sampoerna - Lone Star College Jakarta ini juga pernah mengikuti program magang di Kantor Gubenur DKI Jakarta. Walaupun sempat kesulitan, Surya mampu menyelesaikan program magang tersebut.

Baca juga: Bisakah Orang dengan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Disembuhkan?

"Awalnya saya mengalami kesulitan karena mengajukan diri di bagian pendidikan tetapi masuk tim anggaran. Namun, berkat akses juru bahasa isyarat serta kerja sama tim magang membuat saya menikmati sebagai staf magang. Berkat itu juga, saya bersyukur dan termotivasi untuk bekerja di bagian pemerintahan, terutama kebijakan umum, di kemudian hari," cerita Surya.

Meskipun saat ini Surya memiliki berbagai macam pengalaman, ia juga pernah mengalami kurang percaya diri karena tidak mampu memahami lawan bicara bahkan sering mengalami miskomunikasi. Namun surya mampu mengatasinya dengan belajar untuk terbiasa menghadapi cara komunikasi orang lain seperti dengan menggunakan gestur.

"Kesulitan dalam komunikasi baik orang dengar bahkan orang tuli adalah hal yang sering saya dapatkan adalah miskomunikasi. Tetapi masih banyak cara untuk mengatasinya seperti mengetik lewat HP, tulisan, ejaan bahasa isyarat, minta penutur bicara terutama gerakan bibir harus jelas," tutup Surya. (vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT