Pernah Sumbang Sumsum Tulang Belakang, Balita Ini Kini Butuh Donor yang Sama

Pernah Sumbang Sumsum Tulang Belakang, Balita Ini Kini Butuh Donor yang Sama

- detikHealth
Selasa, 10 Feb 2015 14:07 WIB
Pernah Sumbang Sumsum Tulang Belakang, Balita Ini Kini Butuh Donor yang Sama
Harrow, Inggris -

Betapa pemberaninya anak ini. Saat usianya masih dua tahun, ia dengan sukarela menyumbangkan sumsum tulangnya untuk menyelamatkan nyawa sang kakak. Namun siapa sangka, beberapa tahun kemudian ia juga didiagnosis sakit yang sama dengan sang kakak.

Menurut dokter yang merawatnya, kakak bocah ini mengidap penyakit yang dinamakan 'dyskeratosis congenita'. Ini merupakan salah satu jenis penyakit langka yang menyebabkan kegagalan fungsi pada sumsum tulang belakang

Baca juga: Bocah Ini Berhasil Menginspirasi Orang untuk Donor Sumsum Tulang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian dokter mengatakan satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan nyawanya hanyalah transplantasi sumsum tulang belakang. Dan dari ketiga saudaranya, hanya sumsum tulang milik Dushyant Mehta yang dianggap cocok. Padahal usia Dushyant saat itu baru dua tahun.

Namun dengan gagah berani, Dushyant kecil menyumbangkan sumsumnya kepada sang kakak yang bernama Devaanshi di bulan April 2007.

Sayang upaya ini ternyata tidak serta-merta menyembuhkan Devaanshi, sebab ia tetap bergantung pada transfusi darah. Bahkan di tahun 2010, paru-parunya kolaps dan rusak parah. Hingga akhirnya Devaanshi meninggal dunia saat berusia 15 tahun di Great Ormond Street Hospital, atau lima tahun setelah cangkok sumsum tulang.

Belum tuntas duka yang menyelimuti keluarga ini, dua tahun kemudian Dushyant mengeluh sering pilek dan tak sembuh-sembuh. Ini terjadi pada bulan Oktober 2014. Lama-lama Dushyant malah sesak napas. Merasa familiar dengan gejala tersebut, sang ibu, Kalyani pun mengontak dokter spesialis yang dulu menangani putrinya.

Hasil tes memastikan, Dushyant juga didiagnosis mengidap penyakit yang sama dengan kakak perempuannya. Ketika diagnosis diberikan, usia Dushyant saat itu menginjak 10 tahun, dan ia juga membutuhkan donor sumsum tulang.

Keluarga semakin terpukul dengan kenyataan bahwa donor sumsum tulang yang cocok dengan Dushyant tak dapat ditemukan mengingat Dushyant memiliki garis keturunan India. Sebab pasien yang berasal dari etnis minoritas biasanya jarang ada yang melakukan donor, apalagi menyumbangkan sumsum tulang belakangnya.

Bahkan keluarganya sendiri tak ada yang memiliki kecocokan yang diinginkan. Dengan bantuan Anthony Nolan Trust, kini keluarga hanya bisa mendorong agar semakin banyak orang yang mau mendonorkan sumsum tulang mereka, terutama orang-orang yang memiliki latar belakang etnis dari Asia.

"Kami tahu sekarang ini tidak ada satupun donor sumsum tulang yang sesuai dengan Dushyant, tetapi kami sangat membutuhkannya saat ini. Mendaftarlah untuk menyelamatkan nyawa seseorang," pinta Kalyani (47) seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (10/2/2015).

Baca juga: Syarat Bagi Penerima dan Pendonor Transplantasi Sumsum Tulang

(lil/vit)

Berita Terkait