Anoreksia dalam Lima Bulan karena Obsesi pada Aplikasi Penghitung Kalori

Anoreksia dalam Lima Bulan karena Obsesi pada Aplikasi Penghitung Kalori

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 03 Jul 2015 13:05 WIB
Anoreksia dalam Lima Bulan karena Obsesi pada Aplikasi Penghitung Kalori
(Foto: SWNS)
Bristol -

Bobot remaja ini sebenarnya tak terlalu gemuk, yakni berkisar antara 50-70 kg saja. Namun saat Tahun Baru ia memiliki resolusi untuk menurunkan berat badannya agar lebih ideal. Ia kemudian menemukan sebuah aplikasi untuk menghitung kalori makanan di ponsel.
 
Beth O'Brien dulunya remaja yang sehat dan gemar olahraga. Tiba-tiba saja pada bulan Januari lalu, ia ingin hidup lebih sehat, terutama soal makan. Keluarga tentu memberikan dukungan sepenuhnya, akan tetapi dalam hitungan minggu, ada yang terlihat berbeda pada diri Beth.

Baca juga: Idap Anoreksia Hingga Bobotnya 18 Kg, Rachael Cari Bantuan Lewat Youtube

Beratnya menurun drastis. Ternyata ia terobsesi pada sebuah aplikasi penghitung kalori makanan di ponselnya. Ia pun lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengurung diri di kamar dan berolahraga dengan panduan video-video di YouTube dan menolak untuk makan bersama keluarganya.

Bahkan lama-kelamaan, Beth menolak untuk makan sama sekali. "BMI-nya yang sehat menjadi di bawah rata-rata, ia juga seringkali nyaris pingsan karena kelelahan dan kurang makan," ungkap sang ibu, Fran (37).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putri keduanya itu juga kerap terlihat membawa secangkir air panas untuk menjaga tubuhnya tetap hangat sebab remaja ini tidak memiliki lemak di tubuhnya sama sekali.
 
Lima bulan kemudian, remaja berusia 14 tahun itu harus dibawa ke Bristol Children's Hospital. Di sana ia diberi makan lewat selang infus karena dinyatakan anoreksia dan harus menjalani perawatan. Malang bagi Beth, rumah sakit kehabisan ruang inap. Selama enam minggu berturut-turut, dokter yang merawat Beth harus menelepon ke beberapa rumah sakit yang berbeda untuk mencarikannya tempat.

Minggu lalu akhirnya Beth mendapatkan ruang inap di sebuah klinik yang jaraknya sekitar 160 km dari rumahnya di Bristol. "Saya tak berdaya melihatnya jatuh sakit dan obatnya, yaitu makanan bahkan tak mau ia sentuh. Ia tak hanya tak mau makan, tapi tak bisa," keluh Fran seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/7/2015).

Beth hanya dirawat inap selama 15 hari, meski belum bisa makan seperti normal. Namun Fran memutuskan tetap memberinya infus di rumah. "Jika tidak ada infus itu, ia mungkin sudah meninggal saat ini," tambahnya.

Kondisi Beth saat ini sudah berangsur membaik. Namun Fran yang juga guru musik dari Westbury-on-Trym, Bristol tersebut menyayangkan kurangnya fasilitas yang dimiliki rumah sakit di Inggris untuk mengobati para remaja yang terjebak pada anoreksia.

"Anoreksia bisa membunuh, 20 persen orang meninggal karenanya, tapi kami kesulitan mencari ruang inap," tutupnya.
 
Baca juga: Cegah Anoreksia, Prancis Akan Denda Model yang Terlalu Kurus Rp 1 M!

(lil/vta)

Berita Terkait