Namun dibalik gemerlapnya dunia model dan fashion Prancis, terselip ancaman kesehatan yang berbahaya. Pengamat kebijakan kesehatan asal Paris, Olivier Veran, mengatakan bahwa meningkatnya angka pengidap anoreksi di Prancis tak bisa dilepaskan dari pengaruh model-model tersebut.
Veran menuturkan bahwa sekitar 30.000 hingga 40.000 wanita di Prancis mengidap anoreksia. Hal ini dikarenakan konsep kecantikan yang kerap diagung-agungkan oleh para model memicu wanita-wanita lain untuk mengikutinya. Menurut Veran, adalah salah jika cantik diidentikkan dengan kurus, tinggi dan langsing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar tersebut ia pun mengajukan adanya peraturan yang melarang para model menjadi terlalu kurus. Tak tanggung-tanggung, para model yang berat badannya di bawah standar akan di denda 75.000 euro atau sekitar Rp 1 miliar!
Peraturan ini mewajibkan para model untuk memiliki sertifikat medis yang berisikan data-data kesehatan mereka, termasuk indeks massa tubuh dan tinggi serta berat badan. Batas minimal indeks massa tubuh adalah 18, dengan berat minimal 55 kg untuk tinggi 175 cm.
Jika tak memiliki sertifikat ini, model tidak boleh melakukan pertunjukkan di mana pun. Jika masih membandel, hukuman denda Rp 1 miliar akan ditambah dengan kurungan selama 6 bulan.
Usulan peraturan ini mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan Prancis. Sebabnya, anoreksia yang terjadi di kalangan model sudah merenggut satu nyawa pada tahun 2007. Seorang model berusia 28 tahun, Isabelle Caro, meninggal karena anoreksia beberapa saat setelah pertunjukkannya.
"Sangat penting bagi para model di dunia fashion agar mereka makan dengan baik dan menjaga kesehatan mereka. Sebabnya, para wanita-wanita muda di luar sana melihat mereka sebagai bentuk kecantikan yang ideal," tutur Menteri Kesehatan Prancis, Marisol Touraine, dikutip dari Reuters, Selasa (17/3/2015).
Baca juga: Dokumentasikan Program Diet Lewat Selfie Bisa Picu Gangguan Makan (Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)











































