ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jul 2015 15:00 WIB

Inspirasi Mudik Sehat

Bahaya! Jangan Nekat Ajak Anak Mudik Pakai Sepeda Motor

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mudik sudah menjadi semacam 'ritual wajib' bagi sebagian orang pada saat Lebaran tiba. Namun jangan sampai keinginan mudik membuat orang tua 'mengorbankan' anak, yakni jika perjalanan jarak jauh dilakukan dengan menggunakan sepeda motor.

dr Sumarwoto, SpA, MARS dari RS Pondok Indah tidak menyarankan anak diajak mudik menggunakan sepeda motor. Sebab risikonya besar. Misalnya saja, anak bisa jatuh.

"Punggung harus berdiri tegak, membuat anak capek, jadi mengantuk. Pada waktu tertidur anak akan bersandar di dada pengemudi atau miring ke samping ke lengan pengemudi. Keadaan ini akan membuatĀ  motor tidak stabil, motor mudah jatuh," tutur dr Sumarwoto dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/7/2015).

Baca juga: Mudik Naik Motor, Baiknya Istirahat Tiap Dua Jam

Selain itu, anak juga bisa jadi mudah sakit. Sebab anak bisa langsung terpapar terik matahari ataupun hujan. Keadaan panas dan dingin yang berganti-ganti, termasuk paparan udara berdebu selama perjalanan tentu membuat daya tahan tubuh melemah.

"Debu sebagian masuk ke mulut, hidung, kerongkongan dan paru-paru, membawa kuman ataupun virus, membuat anak mudah sakit. Keadaan ini akan ditandai dengan sampai di tempat tujuan anak jadi sakit demam, batuk, pilek, hal ini oleh masyarakat disebut sebagai anak masuk angin," papar dr Sumarwoto.

Jika anak diajak mudik menggunakan sepeda motor, saat menempuh perjalanan jauh maka akan terpapar panas matahari secara langsung. Akibatnya akan terjadi penguapan dari permukaan kulit. Nah, jika keadaan ini tidak diimbangi dengan minum air yang cukup maka akan membuat anak kekurangan
cairan atau dehidrasi.

Baca juga: Ingin Mudik Naik Sepeda Motor? Perhatikan 4 Dampak Kesehatannya

"Sehingga perlu diperhatikan bahwa anak harus banyak minum, tetapi perlu diperhatikan minum air yang dijual di pinggir jalan sepanjang jalan yang dilalui sering kali mutunya kurang bagus, kebersihan kurang terjamin," sambung dr Sumarwoto.

Es yang dijual di pinggir jalan, lanjutnya, sering kali berasal dari air yang tidak dimasak. Akibatnya anak yang minum air kurang bersih tersebut akan berisiko terkena sakit perut atau diare (vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT