Minggu, 22 Nov 2015 11:05 WIB

Studi: Polusi Udara Bisa Picu Asma pada Anak dan Remaja

Sharon Natalia - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Jumlah kendaraan yang membludak dan asap yang keluar dari knalpot selain menjadi salah satu faktor semakin menipisnya lapisan ozon, juga bisa menyebabkan orang mengalami penyakit pernapasan seperti asma.

Sebuah studi di Eropa menunjukkan paparan polusi udara di awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap perkembangan asma pada masa kanak-kanak sampai remaja. Para peneliti meneliti 14 ribu anak-anak sejak lahir sampai usia 14 dan 16 tahun. Mereka menemukan bahwa anak yang lahir di masyarakat dengan udara terpolusi lebih mungkin untuk terserang asma.

Dikutip dari Reuters, Minggu (22/11/2015), dr Ulrike Gehring, seorang peneliti dari Ultrecht University di Belanda, mengungkapkan bahwa asma yang dialami oleh anak-anak sampai remaja berkaitan dengan polusi udara.

"Polusi udara diduga menyebabkan asma dengan cara memengaruhi ukuran dan struktur paru-paru yang berkembang serta sistem kekebalan tubuh," kata Gehring.

Baca juga: Ini Alasannya Dokter Sebut Asap Rokok Lebih Berbahaya daripada Polusi

Untuk melihat hubungan antara asma dan polusi udara, Gehring dan rekannya menguji konsentrasi nitrogen dioksida. Seperti diktehaui, nitrogen dioksida merupakan produk sampingan dari bahan bakar fosil yang dapat berkontribusi terhadap asap, campuran partikel padat, dan tetesan cairan yang mencakup debu, kotoran, dan asap.

Diungkapkan Gehring, salah satu keterbatasan penelitian ini adalah peneliti tidak melihat kualitas udara di sekolah atau tempat penitipan anak yang mungkin akan berbeda dari lingkungan di mana anak-anak tinggal. Steve Georas, seorang peneliti di University of Rochester Medical Center, mengatakan memungkinkan bagi anak-anak yang tumbuh di dekat jalan raya macet akan mengidap asma akibat menghirup polusi udara.

Hal ini berbeda dengan anak-anak yang tinggal di pinggiran kota yang udara di lingkungannya masih terbilang asri dan terbebas dari polusi udara.

"Ini saatnya untuk tidak meragukan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko terjadinya asma. Yang dibutuhkan sekarang adalah penelitian lebih lanjut untuk memahami mengapa beberapa anak sangat rentan terhadap efek samping tersebut," jelas Georas.

Baca juga: Begini Cara Asap Pengaruhi Tubuh Sampai Membuat Kurus (rdn/vit)