Dijelaskan dr Yulia Darmawi dalam seminar tentang autisme di RS Budi Kemuliaan, tertawa sendiri pada anak autis umumnya dikarenakan asupan yang mengandung phenol. Ini merupakan asam karbolat atau benzenol yang mana merupakan zat kristal tak berwarna yang memiliki bau khas.
"Pengaruh fenol bisa menyebabkan anak dengan autisme tertawa-tertawa pada malam hari atau pada sesuatu yang tidak lucu. Orang sering menyangka melihat makhluk halus, tapi sebenarnya umumnya karena fenol," terang dr Yulia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kenali Gejala Autisme pada Anak
Ya, tertawa yang tidak cocok atau tidak pada tempatnya bisa terjadi karena asupan tinggi fenol yang dikonsumsi anak dengan autisme. Ini terjadi lantaran fenol merangsang sistem saraf pusat. Hiperaktif dan agresi, juga melukai diri sendiri seperti memukuli diri sendiri pun bisa muncul karena hal ini.
Menurut dr Yulia, sumber fenol tinggi antara lain terdapat pada pewarna makanan, perasa makanan, pengawet makanan, tomat, apel dan kacang tanah. Selain itu anggur merah, pisang, semua jeruk, cokelat, madu, vanila, semangka, kentang, melon dan semua berries juga ditengarai memiliki kandungan fenol tinggi.
Untuk menghindari efek samping yang bisa dialami anak dengan autisme akibat konsumsi makanan tinggi fenol, maka dr Yulia menyarankan diet fenol. Nah, makanan rendah fenol yang disarankan dr Yulia antara lain buah paw paw, pear dan pomegranate.
Selain itu bisa dikonsumsi rebung atau bambu muda, kecambah, kubis, seledri, lentil dan ubi jalar. Daging sapi, telur, ikan, unggas dan kerang-kerangan juga bisa dikonsumsi. Untuk lebih jelas terkait diet yang disarankan untuk anak dengan autisme, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang memahami kondisi ini.
Baca juga: Petunjuk Sederhana Ciri Anak Autistik di Usia 18 Bulan
(vit/rdn)











































