Sara Pears Stanley membagikan foto luka di tangan yang dialami putrinya, Kaitlyn akibat melakukan deodorant challenge. Diungkapkan Sara, tantangan ini dilakukan di mana para siswa diminta menyemprotkan deodoran ke kulitnya terus-menerus sampai kulit mengalami luka bakar.
"Saya sudah memperingatkan Kaitlyn untuk tidak melakukan ini lagi. Saya harap orang tua lain bisa lebih peduli dan waspada," tulis Kaitlyn dalam keterangan foto berupa tangan Kaityln dengan bekas luka bakar yang diunggah pada 25 Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Efek Buruk Jika Anak-anak Sering Iseng Pakai Produk Kulit untuk Dewasa
"Ketika saya di sekolah, anak-anak sudah melakukannya dan ini terjadi 10 tahun lalu. Saya tidak percaya masih ada orang yang melakukan hal bodoh ini," kata Laura.
Dikutip dari The Sun, Kaitlyn mengaku melihat teman-temannya melakukan tantangan ini, di mana tangan mereka disemprot dengan deodoran dan menurut Kaitlyn, itu sangat keren. Gadis ini pun mencoba melakukannya tapi yang terjadi, justru ada luka bakar di tangannya.
Menanggapi hal ini, Dr Ranj Singh dari National Health Service di bidang perawatan anak mengatakan ketika digunakan dengan tepat, pada dasarnya deodoran tidak bahaya. Menurutnya, deodoran mendinginkan kulit dengan sangat cepat. Hanya saja, ketika kulit terpajan dalam waktu lama, seseorang bisa mengalami radang dingin.
"Selain menyebabkan rasa sakit, ini bisa memecah penghalang kulit sehingga memudahkan terjadinya infeksi dan kerusakan pigmen dalam jangka panjang. Sering melakukan ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker kulit," kata Singh.
Ketika kulit rusak parah, bisa terdapat lubang di kulit yang susah disembuhkan. Pada beberapa orang, mereka membutuhkan cangkok kulit untuk mengatasi kondisi ini.
Di tahun 2014, ketika tantangan ini sempat menjamur di sekolah-sekolah di Inggris, The British Skin Foundation mengeluarkan peringatan tentang bahaya tantangan ini. Mereka menegaskan tidak menganjurkan penggunaan produk aerosol yang terlalu dekat dan lama memajan kulit.
"Produk tersebut harus digunakan dengan tepat dan bertanggung jawab. Sebab, penggunaan yang tidak tepat seperti penyemprotan di kulit terus menerus bisa menyebabkan pembekuan yang mengakibatkan luka bakar kriogenik. Dalam jangka pendek, penggunaan deodoran yang tidak tepat bisa sangat menyakitkan. Dalam jangka panjang, bisa menimbulkan kerusakan permanen," tegas The British Skin Foundation.
Baca juga: Mau Kulit Sehat Saat Puasa? Batasi Konsumsi 5 Asupan Ini Saat Berbuka (rdn/up)










































