"Emosi kuat dapat memberikan reaksi atau pengaruh pada perubahan pola pernapasan dan frekuensi detak jantung bayi yang dapat memicu pingsan," kata dokter spesialis anak dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth, Jumat (27/3/2015).
Baca juga: Bayi Nangis Kejer Lalu Pingsan Beberapa Detik, Apa yang Terjadi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya breath holding spells diawali oleh kejadian yang tak mengenakkan buat anak, yang akan memancing anak menangis keras dan panjang, lalu menahan napas selama menangis sampai bibir atau mulut anak menjadi kebiruan. Setelahnya, anak tidak sadar, namun akan kembali bernapas normal dan sadar penuh kurang dari 1 menit," papar dr Meta.
Pada dasarnya BHS tidak berbahaya. BHS juga tidak berpengaruh pada otak bayi maupun tumbuh kembangnya kelak.
Baca juga: Baca juga: Saat Anak Pingsan, Kenali Sebab-sebabnya
Beberapa orang menyebut BHS juga bisa muncul pada anak usia balita dan mengiringi terjadinya tantrum. Hal itu merupakan upaya yang dilakukan untuk menarik perhatian orang di sekelilingnya. Karena itu beberapa orang menyarankan agar orang tua tidak serta merta memberikan perhatian yang melimpah pada anak setelah serangan BHS. Namun pada bayi, menurut dr Meta, bayi belum bisa melakukan 'drama'.
"Tidak ya. Bayi belum bisa memanipulasi keadaan," ucap dr Meta. (Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)











































