Emosi Kuat Bisa Picu Pingsan Singkat pada Bayi

Emosi Kuat Bisa Picu Pingsan Singkat pada Bayi

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 27 Mar 2015 16:28 WIB
Emosi Kuat Bisa Picu Pingsan Singkat pada Bayi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Periode pingsan singkat selama kurang dari satu menit setelah anak menangis kejer hingga menahan napas dan tidak keluar suara dikenal sebagai breath holding spells (BHS). Kondisi ini sebenarnya umum terjadi pada bayi berusia enam bulan hingga dua tahun, dan akan menghilang dengan sendirinya.

"Emosi kuat dapat memberikan reaksi atau pengaruh pada perubahan pola pernapasan dan frekuensi detak jantung bayi yang dapat memicu pingsan," kata dokter spesialis anak dari RS Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, dalam perbincangan dengan detikHealth, Jumat (27/3/2015).

Baca juga: Bayi Nangis Kejer Lalu Pingsan Beberapa Detik, Apa yang Terjadi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Meta, BHS disebabkan karena adanya perubahan dari pola pernapasan yang biasa terjadi, penurunan frekuensi detak jantung, atau kombinasi keduanya. Reaksi ini dapat terjadi karena rasa nyeri atau emosi yang kuat seperti ketakutan, marah, frustasi, terkejut, dan lain-lain.

"Biasanya breath holding spells diawali oleh kejadian yang tak mengenakkan buat anak, yang akan memancing anak menangis keras dan panjang, lalu menahan napas selama menangis sampai bibir atau mulut anak menjadi kebiruan. Setelahnya, anak tidak sadar, namun akan kembali bernapas normal dan sadar penuh kurang dari 1 menit," papar dr Meta.

Pada dasarnya BHS tidak berbahaya. BHS juga tidak berpengaruh pada otak bayi maupun tumbuh kembangnya kelak.

Baca juga: Baca juga: Saat Anak Pingsan, Kenali Sebab-sebabnya

Beberapa orang menyebut BHS juga bisa muncul pada anak usia balita dan mengiringi terjadinya tantrum. Hal itu merupakan upaya yang dilakukan untuk menarik perhatian orang di sekelilingnya. Karena itu beberapa orang menyarankan agar orang tua tidak serta merta memberikan perhatian yang melimpah pada anak setelah serangan BHS. Namun pada bayi, menurut dr Meta, bayi belum bisa melakukan 'drama'.

"Tidak ya. Bayi belum bisa memanipulasi keadaan," ucap dr Meta. (Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait