Cukur Rambut Bayi Supaya Jadi Makin Tebal, Mitos atau Fakta?

Cukur Rambut Bayi Supaya Jadi Makin Tebal, Mitos atau Fakta?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 23 Sep 2016 09:41 WIB
Cukur Rambut Bayi Supaya Jadi Makin Tebal, Mitos atau Fakta?
Foto: thinkstock
Jakarta - Sebagian orang tua percaya bahwa mencukur habis rambut bayinya, kelak akan membuat rambutnya tumbuh semakin tebal. Benarkah demikian?

Faktanya, sampai saat ini informasi tersebut belum terbukti kebenarannya. Ini karena belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori tersebut. Pakar kesehatan kulit anak Michael Smith menjelaskan bahwa kebiasaan mencukur rambut bayi sebenarnya baik bagi kesehatan, tak melulu hanya dilakukan dengan alasan supaya rambut jadi tebal.

"Mencukur rambut bayi sangat bagus untuk membersihkan kepala bayi dari kotoran atau lemak yang menempel di kepala saat bayi dilahirkan. Dengan begitu maka kepala bayi akan bersih dan ini menghindari kemungkinan munculnya penyakit akibat rambut yang tidak bersih," tutur Smith, seperti dikutip dari Baby Center.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya, bayi akan mengalami kerontokan rambut secara alami selama enam bulan pertama kehidupannya, akibat kondisi yang dinamakan sebagai telogen effluvium. Disebutkan bahwa pada intinya rambut memiliki dua fase yaitu fase pertumbuhan (growth stage) and fase istirahat (resting stage).

Baca juga: Bayi Baru Lahir Dipakaikan Bando, Akankah Merusak Ubun-ubun?

Dikutip dari News Kid Center, umumnya bayi akan mengalami 'penggantian' rambut baru saat usianya sekitar 4 bulan. Rambut yang baru tumbuh ini biasanya memang akan tumbuh lebih panjang, tebal dan mungkin saja berbeda warna dengan rambut lahirnya.

Sesering apapun Anda mencukur habis rambut bayi, pertumbuhan rambut selanjutnya tidak akan terlalu terpengaruh. Ketebalan rambut bayi lebih dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika orang tua si bayi memiliki rambut yang tebal, kemungkinan besar ia akan memiliki rambut tebal juga. Begitu pula sebaliknya.

Untuk mencukur rambut bayi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Salah satunya adalah pemilihan waktu yang tepat. Ada baiknya proses pencukuran dilakukan pada siang hari, di mana pada waktu ini biasanya bayi lebih jarang rewel.

"Jika bayi tergolong aktif, pencukuran bisa juga dilakukan saat bayi sedang tidur sehingga tidak banyak bergerak. Ini supaya tidak terjadi hal-hal yang dapat melukai kulit kepala bayi," ujar Smith.

Rambut rontok biasanya dimulai saat memasuki tahap pertumbuhan yaitu saat usianya 3 bulan ke atas. Seorang bayi yang baru lahir, kadar hormonnya akan turun tepat setelah dilahirkan. Hal inilah yang menyebabkan rambut bayi terlihat tipis saat baru lahir.

Baca juga: Bukan Cuma Orang Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Kena Rambut Rontok

(ajg/vit)

Berita Terkait