Senin, 14 Nov 2016 13:04 WIB

Ingat Ya! Susu Adalah Pelengkap Menu, Bukan Pengganti Makanan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Ada kekhawatiran orang tua soal anak yang hanya ingin minum susu tapi sulit untuk makan makanan padat. Jika sudah begini, apa dampaknya bagi anak dan apa yang bisa dilakukan orang tua?

dr Frieda Handayani Kawanto, SpA(K), mengingatkan para orang tua bahwa sejatinya susu adalah pelengkap menu makanan. Sehingga anak yang hanya mau menyusu tapi susah untuk makan makanan padat berisiko besar kekurangan gizi atau bahkan kelebihan gizi yang membuat tumbuh kembangnya tak optimal.

"Ingat, susu hanya pelengkap. Pemberiannya pun disesuaikan dengan kebutuhan anak, jika memang anak kebutuhan gizinya terpenuhi dengan makanan, ya tidak diberikan pun tidak apa-apa. Masalahnya kan sebagian besar anak masih kekurangan gizi," tutur dr Frieda di sela-sela Piknik Sehat SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Minggu (13/11/2016).

Terkait anak yang hanya mau menyusu tanpa mau makan, ada kemungkinan produk susu yang digunakan mengandung gula yang tinggi. Kandungan gula yang tinggi menyebabkan anak mudah kenyang namun pemenuhan gizi lainnya seperti protein, vitamin dan mineral belum terpenuhi.

Baca juga: Ini Kata Dokter Gizi Terkait Susu untuk Mendongkrak Berat Badan Balita

Secara teori, kebutuhan susu anak dipengaruhi oleh berat badan, terutama untuk anak yang berusia di bawah satu tahun karena susu merupakan sumber gizi utama. Tapi untuk anak usia di atas satu tahun, rata-rata kebutuhan susu anak adalah 500-600 cc.

"Kalau bayi kan memang hanya susu saja ya ASI eksklusif sampai 6 bulan. Kalau sudah di atas 6 bulan dan sudah MPASI rumusnya berat badan anak dikali 170 cc. Nah, kalau anak sudah agak besar biasanya kebutuhannya sudah berkurang, hanya 500-600 cc karena sudah bisa makan makanan padat, jangan hanya susu atau makanan lembut terus," ungkapnya.

Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, mengatakan anak yang hanya diberi susu bisa tak belajar mengenai tekstur makanan. Akibatnya anak bisa tumbuh menjadi anak yang picky eater atau pilih-pilih makanan.

"Selain itu kalau hanya dikasi susu atau makanan lembut, anak tidak mendapat stimulasi rahangnya kan. Nah ini juga berkaitan dengan kemampuan bicara nanti," tutupnya.

Baca juga: Minum Susu Saja Bisa Penuhi Nutrisi Anak yang Mogok Makan? Ini Kata Bu Dokter


(mrs/vit)